Malang (beritajatim.com) – RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang, telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan pasien penyakit jantung. Penderita penyakit jantung di Kabupaten Malang kini tak perlu keluar kota untuk berobat.
Rencananya, seluruh sarana dan prasarana dimanfaatkan untuk menangani pasien sakit jantun. Sementara, RSUD Kanjuruhan bakal mulai mengoperasikan layanan jantung mulai Februari 2023.
“Pemkab Malang sudah membeli peralatan untuk pasien jantung itu, semoga bisa membantu masyarakat,” terang Bupati Malang, HM Sanusi, Sabtu (14/1/2023).
Kata Sanusi, peralatan pasien jantung diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal. Alat bedah jantung dan bedah otak disiapkan sebagai langkah RSUD Kanjuruhan menjadi rumah sakit rujukan.
“Sekarang alatnya sudah lengkap. RSUD Kepanjen sekarang ini menjadi salah satu RS di Malang Raya dengan peralatan medis lengkap,” tegas Sanusi.

Plt Direktur Utama RSUD Kanjuruhan dr. Bobi Prabowo menjelaskan, peralatan yang sudah tersedia mulai dari alat CT Scan, MRI laboratorium serta alat bedah jantung dan otak, seluruhnya sudah terpenuhi.
“Kita sudah punya semua,” tutur Bobi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Malang”]
Bobi mengaku, unit Instalasi dialisis merupakan perintah langsung dari Bupati Malang dan Kementerian Kesehatan. Dari penelitian terakhir, penanganan pada Catastrophic Disease difokuskan pada 4 penyakit. Yakni jantung, stroke, kanker dan ginjal.
“Seluruh fasilitas kami siapkan untuk dua juta empat ratus penduduk di Malang jika terkena penyakit kronis. Supaya tidak dirujuk ke rumah sakit lain serta mempercepat pelayanan dan tindakan,” ucap dokter Bobi.
Ia menambahkan, berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan dengan kecanggihan alat yang ada di RSUD Kanjuruhan, bisa dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Meskipun, salah satu dari 4 alat yang baru dikenalkan yakni Cath Lab, menjadi yang pertama di Jawa Timur dan hanya ada dua unit di Indonesia.
“Dengan fasilitas tersebut, kami berusaha memberikan pelayanan optimal dengan harga yang terjangkau, terutama agar bisa dijangkau dengan BPJS. Kalau kita beli alat canggih tapi tidak bisa digunakan masyarakat kecil, untuk apa kita kita beli. Untuk itu kita juga dibantu dengan anggaran APBN. Cathrastopic disease jantung stroke kangker dan ginjal,” Bobi mengakhiri. [yog/beq]






