Gresik (beritajatim.com)- RSUD Ibnu Sina kini memiliki Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT). Dengan begitu, warga Gresik kini tak perlu repot lagi berobat ke Surabaya bila menghidap penyakit kanker. Karena rumah sakit milik Pemkab Gresik ini sudah memiliki fasilitas itu.
Dirut RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni menuturkan, ada 5 penyakit tertinggi yang menyebabkan kematian. Salah satunya kanker. Ini masuk kategori penyakit bukan menular. Berdasarkan laporan rekam medis, ada 1.386 pasien yang menghidap penyakit ini.
Mereka dirujuk ke rumah sakit di Surabaya karena sebelumnya RSUD Ibnu Sina tidak memiliki pelayanan kanker. “Angka itu akan mengalami kenaikan seiring adanya IPKT di tempat kami. Jadi pasien tak perlu lagi mengantre saat berobat,” tuturnya, Kamis (25/7/2024).
Soni menceritakan dulu sebelum ada pusat pelayanan kanker terpadu, pasien terpaksa antri 6 bulan saat hendak dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. Ini karena RSUD Ibnu Sina belum memiliki pelayanan pengobatan penyakit kanker.
“Sekarang Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT) di RSUD Ibnu Sina sudah ada meski masih banyak yang harus dilengkapi. Target kami di tahun 2026 semua pelayanan sudah maksimal termasuk alatnya,” ungkapnya.
Sebagai rumah sakit pemerintah tipe B, lanjut dia, RSUD Ibnu Sina juga melayani rujukan di wilayah regional. Mulai dari daerah Bojonegoro, Lamongan dan Tuban untuk pelayanan kanker.
Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, keberadaan IPKT ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Adanya fasilitas ini, pasien kanker tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan yang memadai,” ungkapnya.
Ia menambahkan, IPKT di RSUD Ibnu Sina ini merupakan satu dari dua kota di Pulau Jawa mendapatkan DAK dari Kementerian Kesehatan RI berupa alat radioterapi dengan nilai total Rp50 Miliar.
“Ini diawali dari inisiatif Dirut RSUD Ibnu Sina, yang berkeinginan agar lahan kosong di kompleks RSUD Ibnu Sina bisa dimanfaatkan. Dengan begitu, maka RSUD Ibnu Sina dapat memberikan layanan lebih banyak kepada masyarakat,” imbuhnya.
Diawali dari itu, kata dia, ditindakanjuti dengan melakukan komunikasi dengan Menteri Kesehatan tentang apa saja yang dibutuhkan. “Saya sampaikan urgensi dan strategisnya posisi RSUD Ibnu Sina dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat wilayah pantura,” pungkasnya. [dny/suf]






