Gresik (beritajatim.com) – Tahap pertama pembangunan gedung rawat jalan terpadu RSUD Ibnu Sina Gresik baru 75%. Selanjutnya, tahap kedua 25% akan diselesaikan tahun ini. Lelangnya pun dilakukan lebih dini supaya segera bisa dioperasionalkan, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dirut RSUD Ibnu Sina dr Soni menuturkan, gedung terpadu rawat jalan yang dibangun ini terdiri 8 lantai. Nantinya, saat hendak dioperasikan pasien yang berobat selesai dalam satu gedung tidak berpindah di tempat lain. “Pasien rawat jalan bisa cepat ditangani dan nyaman sewaktu berobat. Jadi tidak pindah kesana kemari,” tuturnya, Rabu (24/01/2024).
Semula lanjut dia, pembangunan gedung rawat jalan yang baru. Estimasinya selesai 10 bulan. Namun, karena ada satu hal tahap pertama molor dari perkiraan dan tidak mungkin selesai 1 tahun. “Tahap pertama pagu lelang pembangunannya Rp 53 miliar. Tapi, ada kontraktor yang menang dengan nilai Rp 42 miliar, dan sudah terbayarkan. Tahun ini tahap dua anggarannya mencapai Rp 26 miliar segera kami lelang,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik, dr Mukhibatul Khusna mengatakan, keberadaan gedung rawat jalan terpadu sangat diharapkan. Pasalnya, RSUD Ibnu Sina menjadi rumah sakit rujukan regional. “Beberapa rumah sakit daerah rujukan ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Jadi klop ada gedung rawat jalan terpadu,” katanya.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana menyatakan ada 10 proyek strategis yang harus didampingi. Salah satunya pembangunan gedung rawat jalan terpadu RSUD Ibnu Sina. “Tahap pertama dengan menelan anggaran Rp 42 miliar sudah 75%. Tinggal menyelesaikan tahap dua yang tahun ini segera digarap. Semua laporannya sudah kami periksa,” pungkasnya. [dny/kun]






