Gresik (beritajatim.com)- RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Gresik Sehati yang berada di wilayah selatan bakal dilengkapi aplikasi digital. Tujuan aplikasi tersebut untuk mengurai antrean pasien yang hendak berobat.
“Terkait itu kami terus melakukan pemetaan dan sikronisasi SDM hingga penataan tata kelola rumah sakit berbasis digital,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik RSUD Gresik Sehati, dr Riyan Charlie Milyantono, sp.THT-KL, Kamis (1/8/2024).
Ia menambahkan, sebelum mengarah kesana, dirinya melihat dulu apa yang kurang dan belum selesai. Semua itu segera diurus izin operasionalnya. “Kami terus berupaya untuk melakukan transformasi digital sehingga semuanya dapat tersinkronisasi secara maksimal,” imbuhnya.
Sementara itu, Rohim (46) warga Menganti Gresik mengaku bersyukur RSUD Gresik Sehati akan beroperasi. Keberadaan rumah sakit itu sangat membantu warga Gresik Selatan yang hendak berobat atau memanfaatkan pelayanan medis.
“Sebagai warga Gresik Selatan mengapresiasi adanya rumah sakit daerah mengingat sebelumnya banyak warga berobat ke Surabaya karena jaraknya lebih dekat,” ungkapnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, saat ini progres pembangunan RSUD Gresik Sehati hanya tinggal melengkapi bangunan lantai 5. Dirinya berharap akhir tahun 2024 bisa beroperasi.
“Sebagai rumah sakit baru, kita perlu meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat. Sebab, orang yang sakit itu adalah orang yang sedang terkena musibah, kondisi psikologis yang berat, badan lelah ataupun berat. Maka kita sebagai pemberi pelayanan yang terbaik,” katanya.
Dirinya menceritakan sewaktu ke Singapura, ada seorang wanita muda dari Surabaya yang dipercaya dalam mengelola rumah sakit di negara tersebut.
“Waktu di rumah sakit tersebut, semua dikelola melalui handphone, sehinga antrean tidak menunggu terlalu lama. Harapan saya di bawah nahkoda Dokter Riyan Charlie semoga mampu membangun manajemen pelayanan rumah sakit yang terus melakukan transformasi digital,” paparnya. [dny/suf]






