Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur di Surabaya menyatakan belum menerima pasien dari kalangan calon legislatif (caleg) pasca pemungutan suara pada Pemilu 2024 beberapa waktu lalu.
“Sampai saat ini belum ada tambahan pasien baru yang terindikasi karena gagal nyaleg,” ungkap Direktur Utama RSJ Menur Surabaya drg Vitria Dewi, Kamis (22/2/2024).
Vitria mengatakan, pihaknya juga tidak bisa mendeteksi pasien baru tersebut dari kalangan caleg atau bukan. Sebab, data pasien masuk di RSJ Menur yang terekam hanya nama, usia, dan pekerjaan. “Sementara caleg bukan masuk dalam kategori pekerjaan. Apalagi memang data kami juga tidak menulis pekerjaan seseorang itu caleg,” ungkapnya.
Vitria justru menyebut jika pasien di RSJ Menur mayoritas datang dari kalangan anak-anak dan remaja. Pasien anak, kata dia, mengalami peningkatan. “Kami selalu siap menerima pasien baru karena kapasitas kami 365 pasien, meskipun sudah terpakai 70 persennya,” katanya.
Di sisi lain, Vitria mengimbau agar para caleg memiliki kesiapan dan kekuatan mental dalam menghadapi kenyataan, jika nantinya memang dinyatakan kalah pada Pemilu 2024 kemarin. “Semua itu selalu punya keinginan tetapi tidak semua bisa tercapai. Maka setiap orang harus punya ketahanan mental menghadapi situasi dan keadaan. Itulah yang membuat mental kita terjaga,” lanjutnya.
Kemudian, lingkungan, termasuk keluarga diharapkan bisa mendampingi dan menjaga mental para caleg yang gagal. Pasalnya, penyebab gangguan mental tidak bisa dipahami semua orang, dan kadang berasal dari hal yang dikira orang sepele.
Ia pun menyarankan agar segera melakukan konsultasi di RSJ jika ditemukan tanda-tanda stres seperti pusing ataupun tidak bisa tidur. “Bisa rawat jalan atau IGD. Misal kondisi darurat keluarga tidak bisa menenangkan bisa langsung ke IGD. Baru tergantung pemeriksaan dan diagnosa dokternya perawatan yang diperlukan,” tandasnya. [ipl/kun]






