Malang(beritajatim.com) – Rumah Sakit Ibu dan Anak Mardi Waloeja Rampal (RSIA Mawar) melakukan vaksinasi kepada pelaku pariwisata, hotel, dan restoran di Kota Malang, Kamis, (20/5/2021). Vaksin yang disuntikan berjenis Astrazeneca. Vaksinasi ini diharapkan mampu membuat pelaku usaha pariwisata aman dari paparan Covid-19.
Direktur RSIA MAWAR, dr. Raymond Ferdinand Runtu, Sp. PK, MBA mengaku siap memfasilitasi vaksinasi bagi ribuan pelaku pariwisata. Mereka sudah menyiapkan 4 vaksinator terlatih untuk vaksinasi ini. Sebelumnya dia sudah melakukan vaksinasi kepada 800 orang terdiri dari pegawai KAI dan guru.
“Vaksin ini aman, jadi jangan takut untuk ikut vaksinasi untuk membentuk kekebalan di masa pandemi Covid-19. Kami berharap vaksinasi ini bisa membangkitakan wisata Kota Malang,” kata Raymond.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki mengatakan, vaksinasi ini, diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali berwisata ke Kota Malang. Selain RSIA Mawar vaksinasi bagi 4.300 pelaku pariwisata, hotel, dan restoran dilakukan di 5 fasilitas kesehatan yang ada di wilayah Kota Malang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksin”]
“Hotel dan restoran selama ini sudah berupaya menerapkan protokol kesehatan agar pengunjung merasa aman dan nyaman. Tetapi dengan vaksinasi ini diharapakn pelaku pariwisata bisa semakin percaya diri dalam upaya meningkatkan sektor pariwisata,” kata Agoes Basoeki.
Agoes Basoeki menganggap pelaku yang bergerak di sektor pariwisata rawan terpapar Covid-19. Karena rentan melakukan kontak dengan orang banyak dari berbagai daerah. Meski mendapatkan kuota vaksinasi untuk 4.300 orang. Mereka berusaha menambah karena ada beberapa yang belum terdata.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Fitria Noveritas mengatakan, tujuan vaksinasi ini untuk membangkitkan pariwisata di Kota Malang. Ia mengakui, proses vaksinasi bagi pelaku pariwisata di Kota Malang ini sedikit terlambat. Hal itu dikarenakan ketersediaan vaksin dari Dinas Kesehatan yang jumlahnya terbatas.
“Kalau semua pelaku pariwisata divaksin, otomatis kepercayaan wisatawan datang ke Malang akan semakin tinggi, terlebih lagi sekarang semua hotel sudah punya sertifikat CHSE. Sebenarnya kami sudah mengajukan vaksinasi untuk pelaku pariwisata ini sejak Februari lalu, tetapi baru bisa direalisasikan Mei ini,” tandas Fitri. (luc/kun)






