Batu (beritajatim.com) – Mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pelatihan inovatif bertema “Pelatihan Mengolah Sayur Menjadi Makanan Bergizi dan Siap Saji” di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Kegiatan ini berlangsung sepanjang Mei 2025 dan menyasar pemuda karang taruna serta petani sayur setempat.
Pelatihan yang merupakan bagian dari proyek kepemimpinan mahasiswa PPG Program Studi Bahasa Indonesia UMM ini mengajarkan warga cara mengolah hasil panen seperti wortel, brokoli, bayam, dan jagung menjadi produk siap saji bernilai ekonomis tinggi seperti nugget dan sosis sayur tanpa bahan pengawet.
“Kami ingin membantu warga tidak hanya memanfaatkan hasil tani, tetapi juga mengolahnya menjadi produk sehat yang menarik, terutama bagi anak-anak. Sayuran yang biasanya dihargai murah bisa diolah menjadi produk premium,” ujar Karin, salah satu pemateri, kepada media, Senin (9/6/2025).
Tidak hanya berfokus pada teknik memasak, pelatihan juga mencakup materi digital marketing. Peserta diajari strategi pemasaran melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business. Materi yang diberikan meliputi pembuatan foto produk yang menarik, pembangunan brand lokal, hingga teknik komunikasi efektif dengan konsumen online.
Dr. M. Isnaini, M.Pd., dosen pendamping kegiatan, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan hasil pertanian lokal. “Tidak semua sayur laku di pasar. Maka dari itu, penting bagi masyarakat memiliki keterampilan untuk mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomis. Ini juga bagian dari komitmen UMM dalam mendorong mahasiswa PPG agar proyeknya berdampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Antusiasme warga tampak dari keterlibatan aktif peserta, salah satunya Fadil, pemuda desa yang mengikuti pelatihan. “Saya baru tahu ternyata mudah membuat nugget dari sayur. Ini membuka wawasan saya tentang peluang usaha baru. Sangat bermanfaat untuk kami para pemuda desa,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa PPG UMM akan membentuk grup diskusi daring yang menjadi wadah konsultasi dan pendampingan lanjutan. Grup ini memungkinkan warga untuk bertukar ide usaha, mendapat masukan dari mahasiswa, serta mengakses pelatihan teknis secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara kampus dan masyarakat dalam menggali serta mengembangkan potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga menjadi solusi praktis berbasis teknologi untuk menjawab tantangan ekonomi pedesaan. [dan/beq]






