Surabaya (beritajatim.com) – Di usianya ketiga tahun, Rumah Sakit (RS) Ubaya menargetkan untuk memperkuat komitmen layanan kesehatan jantung dan trauma lewat pengadaan fasilitas catheterization lab (catlab) pada 2026.
Direktur RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari, MMRS., mengatakan fasilitas baru ini untuk mewujudkan pelayanan medis yang semakin paripurna dan komprehensif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain fokus pada jantung, rumah sakit ini terus mengunggulkan Sport Clinic yang menjadi rujukan utama bagi atlet Persebaya serta binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur.
Layanan tersebut meliputi penanganan cedera ACL melalui operasi minimal invasif arthroscopy. Proses pemulihan dipercepat dengan fasilitas hidroterapi atau terapi air untuk mengembalikan performa fisik atlet secara optimal.
“Kami terus berkomitmen untuk tumbuh, tidak hanya unggul dalam layanan medis, tetapi juga selalu hadir di hati masyarakat,” ungkap dr. Wenny di Surabaya, Rabu (4/3/2026).
Menghadapi libur Lebaran, manajemen menyiagakan 150 personel medis dan nonmedis selama 24 jam penuh. Seluruh layanan vital seperti instalasi gawat darurat, hemodialisis, dan ruang intensif tetap beroperasi normal.
RS Ubaya memastikan ketersediaan dokter spesialis dan obat-obatan tetap terjaga. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan pasien, terutama pemudik dari luar kota yang membutuhkan penanganan medis mendadak.
Momentum pertambahan usia ini juga diisi ceramah motivasi oleh dr. H. Agus Ali Fauzi, PGD.Pall.Med (ECU). Ia menekankan pentingnya budaya kerja yang melayani pasien dengan landasan hati dan integritas.
Ke depan, RS Ubaya tengah mempersiapkan pengembangan layanan senior living bagi pasien geriatri. Program ini dirancang sebagai hunian khusus orang tua dengan pengawasan tenaga medis profesional secara berkelanjutan.
“Harapannya pelayanan di RS Ubaya bisa paripurna. Semua layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat tersedia secara menyeluruh di sini,” pungkas dr. Wenny. [ipl/ian]






