Surabaya (beritajatim.com) – SMAN 1 Tumpang, Kabupaten Malang resmi mengantongi legalitas usaha untuk inovasi pangan Dietary Potato Bread. Sertifikasi NIB, PIRT, dan Halal kini memperkuat daya saing roti bebas gluten karya siswa tersebut di pasar luas.
Proses legalitas yang tuntas pada Februari 2026 menjadi lompatan bagi program Double Track. Inovasi Arifa Alfionita ini memanfaatkan potensi kentang lokal Tumpang sebagai bahan dasar utama pengganti tepung terigu konvensional.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menyebut langkah ini implementasi nyata kewirausahaan. “Artinya mereka mulai belajar membangun usaha secara profesional dengan produk bernilai ekonomi,” ujar Aries, Kamis (5/3/2026).
Inovasi ini muncul perdana pada ajang Millennial Entrepreneur Award (MEA) 2024. Melalui kategori Pastry Bakery, tim Double Track SMAN 1 Tumpang sukses menyabet penghargaan Siswa Terbaik I berkat kreativitas tersebut.
Permintaan pasar meningkat tajam sejak peluncurannya di berbagai ajang provinsi. Panitia SMA Awards 2025 memesan 320 paket, disusul 100 paket pesanan saat peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Jatim.
Aries menilai jaminan keamanan merupakan kunci kepercayaan konsumen terhadap produk sekolah. “Legalitas ini memberikan jaminan bahwa produk aman dan dapat dipertanggungjawabkan untuk usaha berkelanjutan,” ungkapnya.
Sekolah kini menargetkan pengurusan hak paten untuk merek produk Double Track SVADU. Langkah tersebut diambil untuk melindungi orisinalitas karya sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta.
SMAN 1 Tumpang juga mengupayakan produk ini masuk dalam skema Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni, dipersiapkan menjadi bagian sub unit penyedia untuk mendukung program pemerintah pusat melalui inovasi pangan.
Program Double Track sendiri diproyeksikan mencetak lulusan mandiri yang siap bekerja atau berwirausaha. Aries berharap sekolah menjadi ruang inovasi yang mampu menghasilkan kemandirian ekonomi bagi seluruh siswa sejak dini. [ipl/ian]






