Ngawi (beritajatim.com) – Lebih dari 1.500 siswa di Kecamatan Ngawi, Jawa Timur, tidak menerima jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah dapur penyedia program tersebut di Desa Kandangan mengalami ledakan pada Rabu (8/4/2026) malam.
Akibatnya, para siswa dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP) kembali membawa bekal dari rumah.
Kondisi ini mulai terjadi pada Kamis (9/4/2026), menyusul penghentian sementara distribusi MBG tanpa batas waktu yang ditentukan. Pemberitahuan penghentian dikirim pihak dapur kepada sekolah-sekolah penerima melalui pesan singkat di grup WhatsApp pada Rabu malam, 8 April 2026, sekitar pukul 21.21 WIB, beberapa jam setelah insiden ledakan.
Salah satu sekolah terdampak adalah SD Negeri Karangasri 1. Sebanyak 219 siswa di sekolah tersebut yang sebelumnya menerima MBG kini harus kembali membawa bekal makan siang dari rumah.
Guru SD Negeri Karangasri 1, Betty Idayanti, mengatakan pihak sekolah langsung menindaklanjuti informasi tersebut dengan mengimbau orang tua siswa.
“Kami menerima pesan di grup tadi malam bahwa mulai hari ini tidak ada kiriman MBG sampai waktu yang belum ditentukan. Kami langsung mengimbau wali murid untuk membawakan bekal,” ujarnya.
Dampak serupa juga dirasakan di TK Dharma Wanita Karangasri. Sebanyak 40 siswa yang biasanya menerima MBG setiap pagi sekitar pukul 08.00 WIB kini harus membawa makanan dari rumah.
Kepala TK Dharma Wanita Karangasri, Endang Setiyowati, menyebut kebijakan tersebut diambil menyusul insiden di dapur MBG.
“Biasanya kami mendapat kiriman MBG, tetapi karena kejadian tadi malam, akhirnya kami meminta anak-anak kembali membawa bekal karena tidak ada distribusi,” katanya.
Sebelumnya, dapur MBG di Desa Kandangan yang baru beroperasi sekitar sepekan dilaporkan meledak pada Rabu, 8 April 2026, sekitar pukul 18.51 WIB. Ledakan diduga berasal dari alat pengering ompreng dan menyebabkan satu pekerja mengalami luka serta kerusakan pada bangunan dapur.
Dapur tersebut diketahui melayani lebih dari 1.500 siswa di 22 sekolah di wilayah Kecamatan Ngawi.
Hingga Kamis siang, kondisi dapur masih sepi tanpa aktivitas. Area yang terdampak ledakan telah dipasangi garis polisi, sementara bagian atap bangunan terlihat masih mengalami kerusakan. [fiq/suf]






