Probolinggo, (beritajatim.com) – Sejumlah warga di Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, meluapkan kegembiraan dengan mencukur gundul rambutnya, Kamis (17/2/2022). Ritual itu dilakukan usai calon kepala desa (Cakades) jagoannya menang.
Selain ucap syukur dengan cara cukur rambut, pesta kemenangan Calon Kepala Desa Randutatah nomor urut dua atas nama Suham itu juga diwarnai tangis haru dari warga dan para pendukungnya.
Salah satu pendukung, Muhammad Sukron mengatakan jika hal tersebut merupakan bentuk syukur kepada sang Maha Kuasa. Syukur karena Suham, Calon Kepala Desa (Cakades) yang selama ini ia bela meraih jumlah suara terbanyar dari dua rivalnya, yakni incumbent atas nama Sa’id dan orang luar daerah Probolinggo, atas nama Moh. Syukur.
“Ini bentuk syukur kami, kami merasa merdeka sekarang,” terangnya.
Merdeka yang dimaksud, lanjut Sukron, incumbent atas nama Sa’id sudah menjabat kepala desa dua periode berturut-turut, lalu diganti oleh istrinya yang juga sudah menjabat selama dua periode. “Mungkin ini awal mula sebuah perubahan,” ucapnya.
Sementara itu, kepala desa terpilih, Suham mengaku bersyukur atas kemenangan dirinya. Karena ia harus mengorbankan jabatan PNS-nya agar bisa mencalonkan diri sebagai kepala desa.
Air mata yang ia keluarkan merupakan ungkapan rasa syukur. “Tinggal menyusun rencana untuk progam ke depan,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”probolinggo”]
Suham mengatakan, jabatan itu hanya merupakan titipan saja. Dengan itu, ia meminta doa kepada masyarakat agar diberi kelancaran untuk memimpin Desa Randutatah.
Tak lupa ia juga mengajak seluruh masyarakat, untuk kembali bersatu padu membangun desa Randutatah. “Kita majukan sama-sama desa kita ini,” tuturnya.
Sekedar informasi di Desa Randutatah ada tiga calon, calon nomor urut 1, Moh. Syukur, dengan perolehan 133 suara. Calon nomor urut 2, Suham, dengan perolehan 600 suara, dan calon nomor urut 3, atas nama Moh. Sa’id, 504 suara. [tr/but]






