Jakarta (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dinilai sebagai sosok yang bisa melengkapi Partai Golkar. Meski hingga saat ini Ridwan belum memiliki keberpihakan kepada partai politik tertentu.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Cecep Hidayat, mengatakan ada relasi antara Ridwan dengan Golkar. Relasi tersebut bersifat saling melengkapi.
“Jadi, sebenarnya relasi antara RK (Ridwan Kamil) dan Golkar itu saling melengkapi,” kata Cecep.
Cecep mengatakan dalam beberapa kesempatan, Ridwan menyatakan bakal merapat ke parpol yang dinilai paling Pancasilais. Selain itu, Golkar punya persambungan tradisi kuat di Jawa Barat dan sempat menjadi parpol dengan pendukung sangat besar di provinsi tersebut pada Pemilu 2024.
“Dari situ, sebelumnya dari pernyataan itu ada kecenderungan Ridwan akan merapat ke Golkar,” kata dia.
Ridwan, terang Cecep, membawa harapan dapat dukungan politik Golkar. Baik untuk posisi calon wakil presiden di 2024 atau persiapan untuk 2029.
Sementara bagi Golkar, partai ini akan mendapat manfaat dari efek dari ekor jas dengan bergabungnya Ridwan. Mengingat Ridwan punya pengaruh kuat di Jabar.
“Ridwan merupakan tokoh paling populer di Jabar dan politisi yang paling populer dalam menggunakan media sosial,” kata dia.
Direktur Eksekutif IPRC, Firman Manan menilai bukan hal aneh jika Ridwan merapat ke Golkar. Namun demikian, kuncinya tetap ada pada Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.
“Kalau tidak mengusung Airlangga, maka peluang ada di Kang Emil (Ridwan Kamil),” kata dia.
Meski demikian, Firman menyatakan hingga saat ini Golkar masih berkomitmen penuh mengusung Airlangga sebagai capres. Sementara untuk Ridwan, kata dia, peluang terbesar yaitu di gubernur.
“Peluangnya masih lebih besar untuk di Pilgub kalau jadi masuk ke Golkar, karena Golkar masih solid mengusung Pak Airlangga,” kata dia.
Apabila Ridwan bergabung dengan Golkar, terang Firman, peluang untuk maju di Pilgub Jabar 2024 sangat besar. Antara suara Golkar dengan popularitas dari Ridwan sendiri bisa saling menopang.
“Kang Emil kan figur populer dan disukai publik, kinerjanya diapresiasi baik oleh publik. Kalau Golkar bisa mengasosiasikan diri dengan Kang Emil dan publik menilai ada kedekatan antara dia dan Golkar dan apalagi sampai masuk ke Golkar, ada peluang mendapatkan kenaikan suara di Jawa Barat,” jelas Firman.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Pemilu-2024”]
Sebelumnya, Ketum Golkar Airlangga mengatakan partainya siap memenangkan Jabar bersama Gubernur Ridwan Kamil. Dia menyatakan kedekatan menjadi hal penting karena bisa menjadi perwujudan kemenangan dalam Pemilu.
Airlangga menyatakan kemenangan dalam Pilpres ditentukan dari kemenangan di Jawa. Sebab, Jawa merupakan lumbung suara terbesar di Indonesia.
“Jabar tahun 2004 dipegang Golkar, meskipun nggak punya (kader) yang menjadi gubernur. Sekarang kalau punya gubernur, kita akan merebut kembali Jabar. Dengan mesin yang sudah dipanaskan, insya Allah kita bisa menggapai kemenangan yang dicita-citakan,” terang Airlangga.
Sementara itu, Golkar yang bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih terus melakukan penjajakan untuk menentukan siapa Capres mereka. Mereka juga terbuka untuk masuknya parpol baru, agar koalisi makin solid.
“Kalau udah punya koalisi kita punya tiket premium. Keliatannya angin tambah kencang bisa tambah lebih dari satu partai,” tandas Airlangga. [hen/beq]






