Richard Arbed Anderson sudah pensiun dari sepak bola, setelah menjadi pahlawan saat Kabupaten Jember merebut medali emas cabang sepak bola putra Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2022. Itu medali emas pertama Jember di cabang sepak bola selama tujuh kali penyelenggaraan Porprov Jatim.
Tak lagi memperkuat tim sepak bola, Richard mencatat sejarah baru bagi dunia olahraga Jember dalam Porrpov VIII 2023 di Sidoarjo, pertengahan September lalu. Kali ini ia membawa tim futsal putra Jember meraih medali perunggu sebagai asisten pelatih.
“Bedanya bukan masalah emas atau perunggu. Tapi kami memperoleh medali perunggu di cabor yang relatif baru. Tentu ini kebanggaan tersendiri bagi saya memperoleh perunggu di cabor futsal,” kata Richard.
Tim futsal putra Jember saar itu menempuh rute tak mudah. Setelah sempat menang 5-2 atas Kabupaten Tuban dalam pertandingan pertama, anak asuh Ferry Anggriawan ini kalah 0-3 dari Kabupaten Lamongan pada pertandingan berikutnya. Dalam pertandingan penentuan grup, Jember berhasil mengalahkan Kota Blitar 3-1 sehingga bisa lolos di Babak 16 Besar.
Kabupaten Banyuwangi sudah menanti di Babak 16 Besar. Pertandingan berjalan ketat, dan Jember menng tipis 2-1. Menembus perempat final, Jember mengalahkan Kabupaten Ngawi 7-5 melalui adu penalti.
Pertandingan menghadapi Ngawi sangat berkesan bagi Richard. Jember Kedua tim saling berbalas gol. Jember unggul cepat lewat Audan Yusuf Hidayat pada menit 1. Namun pada menit 16, kiper Jember Brian Cosa mencetak gol bunuh diri. Tiga menit kemudian Garalt Edrea Watson Kostrada menambah keunggulan Jember pada babak pertama.
Babak kedua, giliran Ngawi unggul melalui kaki Rio Bintang Pamudika pada menit 28 dan Yoga Nurizal Syahputra pada menit 32. “Kami tertinggal 2-3 dan waktu hampir habis. Pemain kami sudah lemas semua karena merasa bakal kalah. Pemain di bangku cadangan sudah banyak yang menangis,” kata Richard.
Riko Ardi Wiranata membangkitkan semangat tim Jember setelah berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada detik-detik akhir. Pertandingan dilanjutkan adu penalti, dan Brian Cosa tampil cemerlang di bawah mistar gawang.
Perjalanan Jember merebut emas terhenti di babak semifinal. Mereka harus berhadapan dengan tim tuan rumah Sidoarjo yang diperkuat sejumlah pemain nasional. Performa Sidoarjo cukup mentereng dengan mencetak 41 gol dan kebobolan empat gol dalam lima pertandingan sebelum semifinal. Jember pun menjadi korban keenam dan kalah 1-8.
“Sidoarjo memang lawan terberat. Mereka tuan rumah dan selalu menang dengan skor besar sejak babak penyisihan. Butuh nyali besar untuk melawan Sidoarjo. Saat itu kami juga harus kehilangan satu pemain karena akumulasi kartu,” kata Richard.
Kekecewaan di babak semifinal terbalaskan pada perebutan tempat ketiga. Jember berhasil menaklukkan Magetan 4-2 dan merebut medali perunggu. Tiga gol kemenangan jember dicetak Dania Firmansyah pada menit 5, 30 dan 31. Satu gol lagi dicetak Marcello Ananda Putra Sanjaya pada menit 23.
Dalam pertandingan tersebut, para pemain Jember menunjukkan mental juara. Magetan sempat unggul 2-1 di babak pertama melalui Dora Pinugoro pada menit 16 dan Radhika Wahyu Rezky Samodra pada menit 18. Namun pada babak kedua, situasi berbalik.
Persiapan tim futsal Jember memang lumayan matang dan spartan menghadapi porprov di Sidoarjo. Mereka rela beberapa kali berlatih di Kecamatan Ambulu yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Jember. “Kami harus berlatih di Ambulu, karena kesulitan mencari lapangan di kota,” kata Richard.
Richard terlibat sejak awal dalam persiapan tim futsal Jember. Dalam tim ini, ia bekerja sama dengan kakaknya sendiri Ferry yang jadi pelatih kepala dan adiknya yang menjadi penjaga gawang Brian Cosa. “Saya senang sekali bekerja sama dengan saudara sendiri bahu-membahu merebut medali. Tapi kami juga menjunjung tinggi profesionalitas. Di luar saudara, tapi di lapangan tetap pelatih dan pemain,” katanya.
Tidak ada pemain bintang di Jember. Richard melihat di situ justru menjadi keunggulan Jember. Para pemain bermain dengan kolektivitas tinggi. “Mereka punya kemauan untuk belajar dan kompak,” katanya.
Kepemimpinan Ferry sebagai pelatih kepala juga dipuji Richard. “Saya meneladani ketegasannya terhadap para pemain di dalam dan luar lapangan. Bisa jadi sosok pelath dan teman yang disegani,” kata Richard. [wir]






