Malang (beritajatim.com) – Seorang menantu di Malang tega mempidanakan mertuanya sendiri. Pemicunya adalah perselisihan soal anak.
Bambang Sugiarto (72), warga Desa Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengaku kaget ketika dia dilaporkan oleh menantunya, Beni Jaya (38), ke Polres Malang. Aduannya, tindak pidana penganiayaan.
Perkara tersebut bahkan sudah masuk tahap persidangan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang. Agendanya, pembacaan dakwaan.
Kuasa Hukum Bambang Sugiarto, Suhendro Priyadi menjelaskan, awal perkara yang melibatkan kliennya tersebut. Kejadian itu berawal ketika Beni mendatangi rumah Bambang. Beni berniat menjemput anaknya pada Juli 2022 lalu.
Saat itu, Beni sedang dalam proses cerai dengan putri Bambang, Merry Sugiarto (38). Selama proses tersebut, Merry bersama anaknya tinggal di rumah Bambang di Lawang.
“Akhirnya terjadi cekcok terus. Dia (Beni, red) telepon, mau lihat anaknya, terus disuruh datang. Begitu dia datang, mengajak seseorang, bawa polisi,” ungkap Suhendro di PN Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (11/10/2022).
Ketika itu Bambang bermaksud menanyakan kedatangan Beni yang mengajak Polisi. Tetapi, maksud baik Bambang tersebut justru membuat Beni naik pitam.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Malang”]
Sikap Beni itu kemudian direspon Bambang dengan melayangkan pukulan. Mengingat saat itu sikap Beni dianggap tidak sopan.
“Ngomongnya kan tidak seperti biasanya. Ya sebagai orangtua kan jengkel,” tutur Suhendro.
Setelah mendapat pukulan itu, Beni langsung pulang dan membuat laporan ke Polres Malang. Adapun Pasal yang disangkakan kepada Bambang yaitu Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
“Saya jadi pengacaranya pada September. Begitu saya dapat kuasa, lima hari kemudian dapat panggilan tahap dua. Saya protes ke jaksa, karena jaksa belum melihat rekaman CCTV. Jaksa tahunnya hanya berkas perkara,” jelas Suhendro.
Sementara itu, perwakilan keluarga Bambang, Maya Sugiarto menyampaikan, kondisi ayahnya saat ini begitu tertekan. Maya mengungkapkan saat ini Bambang sampai mengalami susah tidur akibat stres.
Maya pun tidak menyangka Beni tega melaporkan ayahnya.
“Kondisinya stres, kalau malam itu tidak bisa tidur. Harapan keluarga itu, kalau memang Beni dan Merry pisah, ya pisahnya baik-baik saja. Kok malah kayak gini,” pungkas Maya. [yog/beq]






