Gresik (beritajatim.com) – Ribuan warga Gresik menyerbu sembako murah yang digelar Kementerian BUMN di Stadion Petrokimia Gresik. Mereka rela berhujan-hujan demi mendapatkan sembako yang dijual seharga Rp 50 ribu berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula dan lain-lain.
Ifa (28) salah satu warga asal Desa Kebomas, Kecamatan Kebomas, Gresik menuturkan, dirinya rela antri bersama anak demi mendapatkan sembako yang dijual murah. “Sembako ini nantinya buat kebutuhan sehari-hari. Mumpung harganya murah saya rela berhujan-hujan,” tuturnya, Kamis (2/03/2023).
Sementara itu, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga yang hadir di kegiatan ‘Pasar Rakyat dan Bazar UMKM BUMN mengatakan, dirinya mendapat perintah mengunjungi setiap daerah untuk mengecek pendistribusian sembako murah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sembako”]
“BUMN ingin juga memberdayakan masyarakat. Kali ini di Gresik ada total 4 ribu masyarakat. Dimana, 3.500 masyarakat di ring satu perusahan BUMN dan 500 orang dari luar daerah,” katanya.
Selain menggelar pasar rakyat dan bazar UMKM BUMN lanjut dia, pihaknya juga mengecek pemberdayaan masyarakat melalui layanan pinjaman PT Perusahaan Nasional Madani (PNM) yang diperuntukan buat perempuan prasejahtera. Khususnya, pelaku usaha Ultra mikro melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera, atau PNM Mekaar.
“Berdasarkan laporan yang masuk total 96 ribu warga Gresik tercover oleh PNM Mekaar dari 200 ribu yang prasejahtera. Dari jumlah itu, hampir separuh lebih sudah diselesaikan oleh BUMN,” ujar Ary Sinulingga.
Ia menambahkan, kehadiran PNM Mekaar sangat membantu warga yang prasejahtera. Pasalnya, mereka bisa melakukan aktivitas usaha lagi karena modal pinjamannya dicover oleh Kementerian BUMN. “Sekarang ada aturan baru warga yang ingin mengajukan modal usaha mulai Rp 3 juta hingga Rp 8 juta umurnya bisa 65 tahun,” imbuhnya.
Asisten I Sekretariat Pemkab Gresik, Suyono menyatakan kegiatan yang digelar oleh Kementerian BUMN ini sangat positif dan membantu pelaku usaha ultra mikro di Kabupaten Gresik. “Selama ini hampir 60 ribu UMKM dibantu permodalan oleh Petrokimia Gresik. Sehingga, ada perputaran uang yang berjalan. Adanya pasar rakyat ini kalau bisa diadakan di Bulan Ramadhan,” pungkasnya. [dny/kun]






