Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 5.690 siswa Raudhatul Athfal (RA) dari 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto memadati Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Rabu (30/4/2025). Mereka mengikuti kegiatan Gebyar Manasik Haji Cilik Ceria, agenda dua tahunan yang digelar Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan ini menghadirkan suasana layaknya pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, lengkap dengan miniatur Kakbah, tempat sa’i, dan lokasi lempar jumrah. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian manasik, didampingi para guru dan orang tua. Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra membuka secara resmi acara tersebut.
Dalam sambutannya, Gus Barra (sapaan akrab, red) mengapresiasi tinggi inisiatif ini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan pendidikan spiritual anak sejak dini. “Manasik ini bukan sekadar mengenalkan ajaran dan simbol agama, tapi menanamkan karakter anak sejak dini. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, dan membanggakan bangsa,” ungkapnya.
Gus Barra juga mengajak para orang tua untuk mendaftarkan anak-anak mereka dalam antrean haji sedini mungkin, mengingat masa tunggu yang bisa mencapai lebih dari 30 tahun. Gus Barra memberikan contoh, jika saat ini anak TK usia 5 tahun, masa tunggu 30 tahun maka usia mereka sudah 35 tahun sehingga ia menghimbau didaftarkan agar bisa berangkat saat usia produktif.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Muttakin memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan berskala besar ini. “Terima kasih dan apresiasi luar biasa untuk IGRA Mojokerto. Ini acara yang penuh manfaat, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi kita semua yang terlibat dalam dunia pendidikan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran akan ibadah haji sejak dini, terutama di tengah panjangnya antrean pemberangkatan. Turut hadir Forkopimca Mojosari serta perwakilan dari HIMPAUDI dan HP3. [tin/ian]






