Pasuruan (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menggelar Gowes Kemerdekaan di Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah dan latar belakang.
Peserta gowes tidak hanya berasal dari komunitas sepeda, tetapi juga dari kalangan pondok pesantren, kyai, masayikh, hingga para habaib. Kehadiran tokoh-tokoh ini menambah semangat kebersamaan dalam peringatan kemerdekaan.
Rute gowes dimulai dari lapangan Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Peserta kemudian menuju makam Romo Kyai Hamid di Kota Pasuruan untuk berziarah sebelum melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Dalwa di Desa Raci, Kecamatan Bangil.
Jarak tempuh sejauh lebih dari 22 kilometer membuat kegiatan ini cukup menantang. Namun, antusiasme peserta tetap tinggi meski harus melawan teriknya matahari siang.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menjelaskan bahwa gowes ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga wujud penyambungan hati pemuda dengan para ulama. “Para pemuda tidak boleh melupakan perjuangan para kyai dan ulama yang mengorbankan nyawa demi kemerdekaan,” ujarnya.
Musaffa menambahkan, perjuangan hari ini berbeda dengan masa lalu. “Kini tantangan kita adalah melawan pengaruh negatif yang mengancam moral dan semangat generasi muda,” tegasnya.
Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, turut hadir dan memberikan apresiasi kepada peserta yang tetap semangat meski cuaca panas. “Cuaca terik bukan alasan untuk menyerah, perjuangan para pejuang dulu jauh lebih berat,” katanya.
Menurut Shobih, kegiatan ini juga menjadi ajang menjaga kesehatan jasmani. Ia mengajak masyarakat untuk tetap bugar agar mampu mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.
Pimpinan Pondok Pesantren Dalwa, Dr. KH Habib Segaf Baharun, menilai gowes kemerdekaan selaras dengan visi pemerintah menuju generasi emas 2045. “Pemuda harus sehat jasmani dan rohani untuk membangun bangsa di masa depan,” ungkapnya.
Selain meriah, kegiatan ini juga diwarnai pembagian hadiah menarik bagi peserta. GP Ansor Jatim berharap acara serupa dapat terus digelar setiap tahun sebagai pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kesehatan. (ada/but)






