Bojonegoro (beritajatim.com) – Kapolres Bojonegoro AKBP Mario Prahatinto mengakui jika tidak mempertimbangkan animo masyarakat yang tinggi untuk menonton langsung pertandingan final bola voli dalam event Bhayangkara Cup 2024 di GOR Utama Ngumpakdalem Kecamatan Dander, Sabtu (3/8/2024) malam.
Untuk itu pihaknya meminta maaf kepada masyarakat yang sudah mendapatkan tiket dan tidak bisa masuk menonton langsung pertandingan final di dalam GOR. Ribuan penonton yang tidak bisa masuk tersebut oleh panitia kemudian disediakan layar lebar yang bisa menyaksikan di halaman.
“Panitia kurang mengantisipasi antusias warga terhadap pertandingan voli kemarin. Saya juga minta maaf kepada masyarakat karena tidak bisa mengakomodir itu. Tapi dari panitia sudah menyiapkan videotron di luar gedung. Ini sebagai perbaikan kedepannya,” ujarnya, Senin (5/8/2024).
Sementara itu, ditanya terkait apakah jumlah tiket yang dicetak tidak memperhitungkan kapasitas tempat duduk Gor yang dipergunakan untuk penyelenggaraan final bola voli tersebut, Kapolres Bojonegoro akan melakukan konfirmasi lebih lanjut. “Itu nanti saya cek,” imbuhnya.
Kapolres Bojonegoro yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bojonegoro itu mengungkapkan, bahwa gelaran Bhayangkara Cup itu sebagai upaya memberikan hiburan kepada masyarakat. Sehingga, ada kegiatan yang lebih positif.
“Dari pada nongkrong tidak jelas, dan menimbulkan gangguan Kamtibmas sebaiknya bisa nonton voli. Ternyata animonya cukup besar. Sekarang saja sudah ada 15 izin kegiatan voli di kampung yang saya teken,” tambahnya.
Sementara diketahui, dalam even bola voli yang diselenggarakan oleh Polres Bojonegoro ini, penyebaran tiket disalurkan ke setiap desa di Kabupaten Bojonegoro. Menurut Kepala Desa Napis Kecamatan Tambakrejo, Mulyono, pihaknya mendapatkan tiket sebanyak 150 yang terbagi menjadi tiga katagori.
“Iya mas, kita mendapatkan 150 tiket yang terbagi sebanyak tiga macam, 50 untuk babak penyisihan, 50 untuk babak semi final, dan 50 untuk babak final,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah Desa di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 418 Desa, jika di jumlah setiap desanya mendapatkan 50 tiket untuk babak final, maka jumlah tiket yang tersebar sebanyak 20.900 tiket. Sedangkan kapasitas GOR untuk pertandingan final tersebut hanya sebanyak 4.000 tempat duduk. [lus/ted]






