Jakarta (beritajatim.com) – Program Mudik Bareng Pertamina 2026 kembali digelar oleh PT Pertamina (Persero) dengan memberangkatkan lebih dari 5.000 pemudik menuju 23 kota tujuan di Pulau Jawa.
Kegiatan pelepasan peserta mudik berlangsung di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pintu 3, Jakarta, pada Minggu (15/3/2026).
Selain menyediakan transportasi gratis, Pertamina juga menghadirkan berbagai fasilitas hiburan dan layanan bagi para peserta mudik yang menunggu keberangkatan.
Mulai dari panggung hiburan, arena bermain anak, photo booth, hingga layanan unik seperti potong rambut gratis, pijat refleksi, dan henna.
Sejak dini hari, area hiburan anak terlihat ramai oleh keluarga yang memanfaatkan waktu sebelum keberangkatan. Dua area photo booth pun tak pernah sepi antrean para pemudik yang ingin mengabadikan momen perjalanan mudik mereka.
Salah satu fasilitas yang cukup menarik perhatian adalah styling area atau layanan potong rambut gratis. Di lokasi ini, banyak pemudik laki-laki dari berbagai usia memanfaatkan kesempatan untuk merapikan penampilan sebelum pulang kampung.
Salah satunya adalah Salim, siswa kelas tiga sekolah dasar yang datang bersama orang tuanya, Nuralim. Keluarga yang tinggal di Depok itu akan mudik ke Purworejo dengan perjalanan sekitar 12 jam.
“Ini gratis dan kami kan masih banyak waktu untuk nanti berangkat, jadi Salim saya minta untuk cukur, ternyata dia mau,” kata Nuralim.
Ia menjelaskan, keluarganya berangkat mudik bersama lima orang anggota keluarga, terdiri dari dirinya, sang istri, dan tiga anak. Saat ditemui, dua anak perempuan bersama ibunya tengah menikmati area hiburan, sementara Salim sedang memotong rambut.
“Ya biar rapi saja sebab kemarin tidak sempat potong rambut,” ujar Salim.
Salah satu kapster di styling area, Aris, mengungkapkan bahwa layanan potong rambut gratis tersebut mulai ramai sejak dini hari. Ia mengatakan para kapster bahkan sudah mulai bersiap sejak pukul 01.00 WIB.
“Kami mulai menata sejak pukul 01.00, dan mulai memotong rambut sejak pukul 03.00 WIB. Sampai sekitar pukul 07.30 WIB sudah ada 50 orang yang kami potong rambutnya,” kata Aris.
Menurutnya, keterbatasan ruang dan jumlah tenaga membuat layanan tersebut hanya mampu melayani jumlah tertentu.
“Kami mampu menjangkau jumlah segitu karena hanya ada tiga kapster dan keterbatasan ruang yang hanya cukup untuk tiga kursi,” jelasnya.
Aris menambahkan, sebagian besar pemudik memilih model rambut sederhana atau merapikan gaya rambut yang sudah ada. Bahkan ada juga yang meminta model rambut mullet yang sedang tren.
“Ini benar-benar gratis ya, biasanya kalau kami mematok tarif sebesar Rp50 ribu, tetapi ini semua sudah diborong oleh Pertamina,” katanya.
Tak hanya layanan potong rambut, fasilitas pijat refleksi juga menjadi favorit para pemudik perempuan. Layanan ini memberikan pijatan ringan pada kaki, tangan, pundak, dan kepala selama sekitar 10 menit.
Florence, salah satu terapis dari Pinhome yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menyebutkan bahwa layanan pijat cukup diminati para pemudik sejak pagi.
“Sejauh ini kami kedatangan tamu pemudik sebanyak 55 orang mulai dari pukul 07.00 WIB, dengan terapis tiga orang,” ujar Florence.
Ia mengakui, jumlah peminat sebenarnya jauh lebih banyak, namun keterbatasan terapis dan tempat membuat pelayanan harus dibatasi.
“Daftar yang ingin dilayani sangat panjang, tetapi memang kami mengalami keterbatasan terapis dan tempat. Jadi sejauh ini seefisien mungkin kami baru bisa melayani 55 orang,” katanya.
Florence berharap layanan pijat sederhana tersebut dapat membantu para pemudik merasa lebih rileks sebelum menjalani perjalanan panjang menuju kampung halaman.
“Semoga para pemudik berkurang pegal-pegalnya karena mereka akan duduk relatif lama,” tutupnya. (ted)






