Mojokerto (beritajatim.com) – Prestasi membanggakan ditorehkan Karang Taruna Trisula dari Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Organisasi kepemudaan tersebut berhasil meraih Juara I Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional dan mendapatkan penghargaan berupa piala serta uang pembinaan Rp100 juta.
Penghargaan tersebut diserahkan Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra dalam rangkaian upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di halaman Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Prestasi Karang Taruna Trisula menjadi salah satu sorotan dalam peringatan yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” tersebut.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan peran strategis pemuda dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah. Selain Karang Taruna Trisula, penghargaan juga diberikan kepada para pemuda dan kelompok masyarakat berprestasi dalam berbagai kategori.
Di antaranya, Pemuda Pelopor, seni budaya, pengelolaan sumber daya alam (SDA), lingkungan dan pariwisata, serta lomba resensi buku berbasis koleksi perpustakaan tingkat Kabupaten Mojokerto. Desa Sukoanyar turut menerima penghargaan atas partisipasinya dalam kegiatan Linmas Harmoni Jogo Jawa Timur Tahun 2026.
Momentum Hari Sumpah Pemuda juga dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto dan Ketua Umum Karang Taruna Surya Majapahit Kabupaten Mojokerto tentang pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah.
Dalam upacara tersebut, Gus Barra (sapaan akrab, red.) membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Amanat itu menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan kecanggihan teknologi, tetapi juga harus ditopang kualitas manusia, karakter, dan kepedulian sosial.
“Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” demikian petikan amanat Menpora yang dibacakan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Mojokerto tersebut.
Amanat tersebut menyoroti tiga karakter utama yang perlu dimiliki generasi muda, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati. Patriotisme diwujudkan melalui kecintaan terhadap tanah air dan pengabdian nyata bagi bangsa. Kegigihan tercermin dari semangat untuk terus berusaha dan tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan maupun kegagalan.
Sementara itu, empati diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama dan kepekaan terhadap persoalan di lingkungan sekitar. Ketiga nilai tersebut perlu berjalan beriringan agar kemajuan yang dicapai tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya. Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian pesan penutup amanat Menpora.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, generasi muda Kabupaten Mojokerto diharapkan tidak sekadar mewarisi semangat persatuan, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam tindakan nyata melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Semangat tersebut menjadi penting agar pemuda tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi turut mengambil peran dalam menciptakan perubahan dan membangun masa depan bangsa. [tin/kun]






