Gresik (beritajatim.com) – Ribuan pasien penyakit tuberkulosis (TBC) kini berada di bawah pemantauan intensif oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat pengendalian penularan di masyarakat.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr. Puspita, mengatakan tahun ini ditemukan 2.916 pasien TBC yang terus dipantau pengawasan serta pengobatannya.
“Dari jumlah itu, kasus TBC di Kabupaten Gresik masih berada di bawah angka nasional. Pemerintah pusat menargetkan 4.000 pasien wajib ditracing sampai tuntas,” katanya, Jumat (14/11/2025).
Lebih lanjut, dr. Puspita menuturkan bahwa kasus TBC menjadi atensi institusinya dan pemerintah pusat. Sebab, setiap minggu pihaknya terus melakukan koordinasi untuk menurunkan angka penyebaran penyakit menular ini.
“Penularan penyakit ini melalui pernapasan. Pasien yang mengidap membutuhkan waktu penyembuhan hingga enam bulan bahkan satu tahun. Efeknya, berat badan terus turun dan dahak dapat bercampur darah. Akibatnya, pasien TBC tidak bisa menjalankan aktivitas selama masa pengobatan,” tuturnya.
Selain menyerang paru-paru, lanjut dia, TBC juga bisa menjalar ke otak, tulang, dan organ lainnya. Pasien yang mengidap juga dapat mengeluarkan ribuan kuman saat batuk.
Ia menambahkan bahwa penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak di bawah umur juga rentan tertular, terutama melalui lingkungan keluarga. “TBC bisa diobati tuntas asal imun tubuh kuat serta rutin melakukan pengobatan. Dalam kasus ini, Kabupaten Gresik menempati urutan ke-15 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur,” imbuhnya.
Masih merebaknya kasus TBC, kata dr. Puspita, sebenarnya sudah diantisipasi pemerintah melalui pemberian vaksin hepatitis dan BCG pada balita. Namun, kasus tersebut belum dapat dikendalikan sepenuhnya akibat faktor lingkungan.
Keluhan yang dialami pasien TBC ditandai oleh batuk lama yang tidak kunjung sembuh, batuk berdahak darah, sesak napas, dan penurunan berat badan.
“Bila ada tanda-tanda seperti itu, silakan berobat ke puskesmas terdekat. Kami juga gencar melakukan imunisasi terhadap balita serta screening supaya tidak meluas. Tahun 2028 kami menargetkan TBC di Gresik tuntas, lebih cepat dari pemerintah pusat yang mematok tahun 2030,” pungkasnya. [dny/kun]






