Pacitan (beritajatim.com) – Proyek revitalisasi Alun-Alun Pacitan kembali dilanjutkan tahun ini. Meski tetap menjadi program prioritas pemerintah daerah, alokasi anggaran untuk penataan ulang ruang publik tersebut mengalami pemangkasan drastis, dari semula Rp 1,7 miliar menjadi hanya Rp 199,33 juta.
Fokus penataan kali ini berada di jalur pedestrian sisi utara yang akan terhubung dengan sisi timur dan barat, mengikuti konsep estetika kawasan yang sudah dibangun sebelumnya.
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pacitan, Endhit Yuniarso, menjelaskan bahwa efisiensi anggaran dari pemerintah pusat menjadi penyebab utama pemangkasan dana tersebut, meskipun proyek telah masuk dalam tahap tender dini.
“Konsep penataannya tetap mengacu pada estetika batu alam seperti sisi barat alun-alun. Jalur pedestrian juga akan dilengkapi ubin pemandu bagi tunanetra, bollard, dan bangku,” ujar Endhit, ditulis Jumat (18/7/2025).
Pekerjaan proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 60 hari kalender. Meski dana terbatas, Dinas PUPR memastikan standar revitalisasi tetap dijaga agar inklusif dan ramah lingkungan.
Selain mempercantik kawasan, pelebaran jalur pedestrian di depan Pendopo Kabupaten ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pejalan kaki dan aksesibilitas bagi seluruh kalangan masyarakat. (tri/but)






