Malang (beritajatim.com) – Sejumlah infrastruktur jalan desa di Kabupaten Malang rusak parah usai banjir dan tanah longsor.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pihaknya hari ini akan meninjau sejumlah titik jalan rusak akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Malang.
Salah jalan desa rusak parah yang ambles dan retak berada di Desa Sumbertangkil dan Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.
Retakan jalan akibat longsor juga terjadi di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
“Setelah ini saya akan ke lapangan, karena masih ada jalan yang terdampak dengan retakan retakan. Retakan itu sepertinya juga dialami Kabupaten Blitar, dan juga Trenggalek, Pacitan, dan Ponorogo. Jadi lempengan tanahnya ini kemungkinan berkait,” terang Khofifah, Senin (10/7/2023).
BACA JUGA:
Gubernur Jatim Pantau Korban Longsor Ampelgading Malang
Khofifah bilang, pihaknya akan bersama sama memaksimalkan untuk merekonstruksi dari infrastruktur yang terdampak.
Sebelumnya, Khofifah memantau langsung kondisi korban bencana tanah longsor di Ampelgadung, Malang. Para korban kini sedang dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Malang Selatan, memakan korban jiwa. Satu korban tanah longsor di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, tewas. Sementara dua orang lainnya, kini masih dirawat di RSUD Kanjuruhan, Senin (10/7/2023) siang ini.
Korban tewas atas nama Santoso (76), warga Dusun Sukoanyar RT 18/RW 04, Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Sementara korban luka luka atas nama Feliex Ferdana (14) dan Lilis Megawati (36). Feliex mengalami patah tulang kaki kanan. Sedang Lilis patah tulang pada bagian tangan sebelah kanan.
Ketiga korban ini satu keluarga. Saat kejadian longsor pada Jumat (7/7/2023) lalu sekira pukul 18.30 WIB, rumah satu keluarga ini tiba tiba tertimbun tanah longsor. Santoso meninggal dunia dilokasi kejadian. Sementara Feliex dan Budenya langsung di bawa ke RSUD Kanjuruhan.
BACA JUGA:
Ini Dampak Banjir dan Tanah Longsor di Ampelgading Malang
“Tiga korban ini berada dalam satu rumah, satu keluarga. Mereka terdampak longsor. Kita berikan santunan duka cita juga. Kami juga sudah ke Lumajang,” ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah, Senin (10/7/2023) siang usai menjenguk korban di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Khofifah sempat ngobrol dengan keluarga korban. Bahwa, hujan deras yang membuat tanah longsor di Ampelgading, Kabupaten Malang, terjadi sejak 10 hari sebelum kejadian.
BACA JUGA:
Lalu Lintas Menuju Lumajang via Ampelgading Dialihkan ke Pasuruan
“10 hari itu hujan turun terus menerus. Mengakibatkan longsor dan berdampak ke rumah korban di Ampelgading. Kalau Feliex kondisinya sudah membaik. Sudah recovery, sudah selesai operasi. Besok mulai belajar berjalan,” tuturnya.
Khofifah melanjutkan, untuk kondisi Budenya (Lilos-red) sudah recovery. “Insyaallah dalam dua tiga hari sudah membaik dan diperbolehkan pulang dan rawat jajan,” pungkas Khofifah. [yog/beq]






