Kediri (beritajatim.com) – Deny Widyanarko dan Mudawamah bersyukur sudah resmi ditetapkan sebagai calon bupati dan wakil Bupati Kediri 2024. Mereka pun minta restu masyarakat agar Pilkada berjalan lancar, aman dan damai serta menuju Kediri yang lebih maju kuat dan hebat sebagaimana mimpi besarnya.
Deny Widyanarko merasa bersyukur, setelah melalui proses yang begitu panjang akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menetapkannya sebagai kontestan. Dia berdampingan dengan Mudamawah yang juga Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kediri.
“Setelah melalui proses yang panjang KPU Kabupaten Kediri telah menetapkan kami, Haji Deny Widyanarko – Ibu Hajah Mudawamah sebagai calon bupati dan calon Wakil Bupati Kediri. Karena itu kami mohon doa dan restu semoga Pilkada tahun ini bisa berjalan lancar, damai menuju Kediri lebih maju kuat dan hebat,” tutur Deny Widyanarko, pada Senin (23/9/2024).
Pasca ditetapkan sebagai pasangan calon bupati dan Wakil Bupati Kediri, Deny Widyanarko – Mudawamah akan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu pengambilan nomor urut di Gedung Bagawanta Bhari Kabupaten Kediri, malam nanti.
Deny – Muda merupakan pasangan yang diusung oleh koalisi PKB (9 kursi) dan Partai NasDem (4 kursi) dalam Pilbup Kediri. Mereka menjadi rival pasangan petahanan Hanindhito Himawan Pramana – Dewi Maria Ulfa.
Pasangan pengusaha dengan muslimat NU ini memiliki 9 program prioritas untuk masyarakat Kabupaten Kediri. Salah satunya adalah Program Pembangunan Dusun sebesar Rp300-500 juta per dusun per tahun.
Selain itu, mereka juga memiliki program pembangunan RT Rp3 – 5 juta per RT per tahun serta WiFi gratis di setiap dusun. Lainnya, berupa pendidikan gratis SD/MI, SMP/MTs, bantuan SPP bagi SMA/MA/SMK, beasiswa para santri dan mahasiswa yang berprestasi.
Program selanjutnya adalah pelayanan kesehatan gratis, tambahan makan bergizi untuk yatim piatu, lansia, balita dan ibu hamil atau menyusui. Kemudian pembebaskan PBB bagi masyarakat yang kurang mampu.
Deny – Muda juga berkomitmen untuk meningkatkan dan melakukan pemeratan bisyaroh guru non formal, guru honorer serta tunjangan takmir masjid dan operasional pesantren. Selanjutnya, pembangunan jalan poros desa dan jalan poros kecamatan berstandar hotmix.
Keduanya juga punya program di bidang pertanian dan peternakan yang terintegrasi, pengembangan kawasan organik dengan bantuan sarana produksi, bibit, pupuk serta obat obatan. Terakhir mereka akan membentuk One Village one Product (OVOP), bantuan UMKM di dusun, pelatihan, modal, alat produksi serta pendampingan usaha. [nm/ted]






