Tuban (beritajatim.com) – Gedung Instalasi Perawatan Intensif Terpadu (IPIT) RSUD Koesma Tuban resmi diresmikan oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Gedung baru ini terdiri dari lima lantai dengan ragam fasilitas layanan kesehatan modern.
Fasilitas tersebut meliputi lantai 1 untuk Central Sterile Supply Department (CSSD) dan Radiologi, lantai 2 untuk ruang NICU, lantai 3 khusus ICU, serta lantai 4 dan lantai 5 yang difungsikan sebagai ruang operasi. Selain itu, tersedia pula layanan HCU dan ICCU.
Plt. Direktur RSUD Koesma Tuban, drg. Heni Purnomo Wati, mengatakan gedung IPIT menjadi tambahan fasilitas untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit.
“Jadi fasilitasnya ada ruang ICU, HCU, NICU, ICCU. Sedangkan untuk OK ada di dua lantai, jumlahnya ada 10 kamar OK,” tutur Heni, Selasa (2/12/2025).
Saat ditanya mengenai pemanfaatan gedung lama, Heni menjelaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap perencanaan pengembangan.
“Kalau itu belum, ini masih pengembangan,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky atau Mas Lindra menyebutkan bahwa pembangunan gedung IPIT menelan anggaran sebesar Rp 58 miliar, bersumber dari APBD Kabupaten Tuban tahun 2025.
“Anggaran Rp 58 miliar ini tidak hanya gedung IPIT saja, termasuk yang di depan ini juga tahun anggaran 2025 dan totalnya segitu,” ungkapnya.
Menurut Mas Lindra, gedung baru ini dirancang untuk mampu menangani berbagai jenis penyakit dengan teknologi terbaru.
“Insya Allah semua bisa ditangani untuk pelayanan yang baru. Salah satunya tadi adalah penanganan penyakit kanker dan saya lihat sudah ada beberapa teknologi tanpa pembedahan atau sayatan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberadaan ruang Cathlab yang memungkinkan dokter mendiagnosis serta menangani penyumbatan arteri koroner, serangan jantung, penyakit jantung bawaan, dan lain-lain.
“Termasuk ada urologi juga, tentu semua ini adalah bentuk pengembangan pelayanan Koesma kepada masyarakat,” tambahnya.
Layanan kesehatan di gedung IPIT tidak hanya diperuntukkan masyarakat Tuban, tetapi juga warga Jawa Timur dan Jawa Tengah di wilayah sekitar.
“Kami berpesan kepada masyarakat apabila terjadi keluhan-keluhan tertentu tidak usah takut langsung datang ke layanan kesehatan, baik Puskesmas maupun langsung ke Koesma jika butuh penanganan spesifik. Jangan menunggu kondisi lebih parah,” pungkasnya. [dya/but]







