Surabaya (beritajatim.com) – Membangun resiliensi atau ketahanan psikis dapat dipelajari oleh semua individu tanpa terkecuali. Salah satu kuncinya yaitu kemampuan guna mengelola pikiran dan emosi. Selain untuk bisnis, resiliensi juga begitu penting guna menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
Seseorang akan rentan putus asa apabila tidak memiliki ketahanan psikis. Resiliensi sendiri dimaknai sebagai kemampuan individu guna bisa beradaptasi dan bangkit setelah menghadapi kesulitan, kegagalan, trauma, tragedi, atau kejadian lain yang dapat menyebabkan individu stres terutama yang terjadi selama pandemi.
Memang selama pandemi ketahan psikologis ini sangat dibutuhkan. Apalagi kebanyakan rutinitas harus terlaksana di dalam ruangan, sehingga membutuhkan banyak waktu untuk tidak membangun hubungan sosial secara langsung dengan orang lain.Berikut ini adalah cara-cara membangun resiliensi.
Mengelola pikiran dan emosi
Resiliensi ini lantas memungkinkan seseorang tumbuh dan berkembang meski ada di situasi sulit. Bahkan sebagaimana diterangkan oleh pendiri Center for Positive Leadership sekaligus pengajar di Universitas Bakrie, M Taufiq Amir, bahwa membangun resiliensi dapat dimulai dengan mengelola pikiran dan emosi. Keduanya merupakan faktor internal yang dapat dikontrol individu.
Menambah emosi positif
Diungkapkan oleh Dekan Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia bernama Fuad Nashori, membangun emosi positif dapat dilakukan dengan menulis jurnal harian. Lantas, Fuad Nashori pun menyarankan agar individu menulis 3 hal yang dialami dalam sehari.
Waktu yang dianjurkan untuk menulis adalah sebelum tidur. Selain itu emosi positif ini dapat dibangun dengan cara berpikir positif dalam jangka panjang. Agar bisa terus konsisten dilakukan upayakan buang pikiran negatif yang muncul.
Bersosialisasi dan berolahraga
Guna mencapai emosi positif, individu disarankan untuk bersosialisasi dengan orang terdekat atau berolahraga. Bersosialisasi ini dengan upaya mengikat tali hubungan dengan orang lain demi terciptanya manfaat diantar keduanya.
Sementara untuk berolahraga, bisa dimulai dengan olahraga kecil seperti berjalan kaki selama 30 menit, atau berlari kecil. Upaya tersebut bisa dilakukan demi menjaga ketahanan psikologis. Psikologis yang sehat juga berdampak pada kesehatan tubuh dan mental yang sehat pula. [dan/tur]






