Surabaya (beritajatim.com) – Petasan dengan menggunakan kaleng bekas dan bahan bakar spirtus mulai marak saat bulan Ramadhan 2022. Selain pembuatannya yang cenderung mudah, bahan-bahan yang dibutuhkan juga tidak sulit.
Merespon hal tersebut, Kapolsek Pabean Cantikan, Kompol Heggy Renata menghimbau remaja di Surabaya khususnya di wilayah hukum Polsek Pabean Cantikan untuk tidak menggunakan mercon kaleng tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”petasan”]
“Ada banyak laporan masuk bahwa suaranya mengganggu masyarakat. Saya himbau untuk tidak main mercon agar tidak mengganggu kamtibmas,” ujar Hegy, Minggu (17/04/2022).
Menurut Hegy, mercon kaleng menimbulkan suara yang bising dan mengganggu masyarakat yang hendak beristirahat. “Memang tidak meledak menimbulkan percikan api, namun suaranya keras dan saling berbalas. Itu yang mengganggu,” imbuhnya.
Dirinya berjanji akan segera melakukan giat untuk merazia pengguna dan penjual mercon kaleng untuk menciptakan suasana yang kondusif di wilayahnya. “Kami lakukan himbauan dan giat, jika masih terus bandel akan kami amankan,” pungkasnya. (ang/kun)






