Malang (beritajatim.com) – Renovasi Stadion Kanjuruhan di Jalan Trunojoyo, Kepanjen, Kabupaten Malang, masih berkisar 60 persen. Dengan fakta itu, stadion terbesar di Malang Raya pasca tragedi Kanjuruhan itu, belum bisa digunakan untuk upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Agustus 2024.
PT Waskita Karya selaku pihak yang mengerjakan proyek renovasi stadion menyebut progres pengerjaan proyek akan dimaksimalkan sesuai kontrak di bulan Desember 2024.
Sedianya, stadion Kanjuruhan Malang ini diharapkan bisa digunakan upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengaku tidak memiliki lapangan yang luas selain stadion.
“Ya kalau tidak bisa (digunakan proklamasi) ya tetap di Pendopo,” kata Bupati Malang HM Sanusi, Sabtu (22/6/2024) malam.
Sementara itu, Projects Manajer PT Waskita Karya, Vino Teguh Pramudia mengaku terus berupaya melakukan percepatan-percepatan. Apalagi pekerjaan struktural sudah 90 persen. “Jadi memang, yang lama adalah pekerjaan struktural,” kata Vino.
“Kita doakan sama-sama agar lebih cepat selesai. Kalau pengerjaan struktur sudah 90 persen, selebihnya hanya tinggal pengerjaan pelengkapan kursi, pekerjaan sistem dan lainnya atau finishing saja,” sambungnya.
Vino mengatakan, selesai acara doa bersama yang diselenggarakan Forkopimda dan PT Waskita Karya pada Sabtu (22/6/2024), pihaknya langsung melakukan pekerjaan struktur di bawah pintu 13, yang menjadi lokasi terbanyak korban meninggal dunia pada tragedi Kanjuruhan.
Pihaknya juga meminta izin dan doa kepada para keluarga korban untuk kelancaran revitalisasi area di sekitar pintu 13. Selain itu, pintu area 13 sementara ini ditutup pagar selama satu bulan ke depan.
Namun ia memastikan, untuk doa bersama ‘Dino Geblag’ bulan depan insyaallah sudah bisa dilaksanakan di tempat yang sama.
“Jadi kita hanya lakukan penguatan di struktur bawah saja. Dan untuk fungsi dan lainnya tetap. Tampaknya mungkin akan kita sesuaikan dengan yang lain. Namun secara fungsi dan sesuai kebijakan Pak Bupati pintu 13 dibiarkan sebagaimana mestinya,” kata Vino mengakhiri. [yog/suf]






