Samarinda (beritajatim.com) – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) menggelar kegiatan sosialisasi rencana pengeboran sumur pengembangan (development well) tahun 2026 yang akan dilaksanakan mulai bulan Januari hingga Mei.
Kegiatan sosialisasi melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang berasal dari instansi pemerintah pusat dan daerah, seperti Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dinas Kementerian ESDM, serta pihak terkait lainnya di Kalimantan Timur.
Head of Communication, Relations & CID PHKT, Elis Fauziyah menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun pemahaman bersama para pemangku kepentingan terkait rencana operasi hulu migas.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan terhadap proyek investasi hulu migas berupa pengeboran empat sumur pengembangan di 2026 yang menjadi komitmen PHKT untuk terus menjaga keberlanjutan produksi migas guna mendukung penyediaan dan ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” katanya.
Elis juga mengapresiasi atas dukungan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam sosialisasi ini. “Di PHKT, kami percaya bahwa keberhasilan operasi migas tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan perencanaan, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi. Dukungan pemerintah, regulator, dan masyarakat adalah energi yang memastikan tahapan operasi berjalan aman, patuh, dan berdampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.
Dia memastikan, perusahaan berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam kegiatan eksploitasi dengan melakukan pengeboran sumur-sumur pengembangan guna menambah cadangan, meningkatkan recovery, mempertahankan tingkat produksi, dan menahan laju penurunan produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan.
Sr. Engineer Drilling PHKT, Haryo Palgunadi mrnambahkan, dalam menjalankan pengeboran, PHKT senantiasa mengedepankan aspek keselamatan serta menerapkan praktik terbaik operasi hulu migas yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Dia menegaskan, persiapan telah dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan berbagai aspek: teknis, keselamatan kerja, serta manajemen risiko sesuai dengan tantangan dan karakteristik lapangan.
“Momentum ini penting agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait rencana kegiatan pengeboran, risiko, dan mitigasinya,” ujarnya.
Melalui koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, PHKT berharap pelaksanaan rencana pengeboran di tahun 2026 dapat berjalan lancar dan berhasil sehingga memberikan kontribusi positif. “Investasi hulu migas, seperti pengeboran sumur pengembangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berganda bagi pemerintah dan masyarakat di wilayah operasi, mendorong aktivitas ekonomi, menyediakan lapangan kerja, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi daerah secara inklusif dan berkesinambungan, khususnya di Kalimantan Timur,” katanya. (hen/ted)






