Sidoarjo (beritajatim.com) – Seniman dan budayawan di Kabupaten Sidoarjo bakal menggelar Rembuk Budaya tiap bulan. Pelaksanaan perdana digelar di Dekesda Art Center bulan Januari tahun 2024.
Demikian disampaikan oleh Ketua Bidang Kebudayaan Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) Aji Kelono, Kamis (28/12/2023). Rencananya pelaksanaan Rembuk Budaya digelar berpindah-pindah secara bergiliran dari satu komunitas ke komunitas lain.
“Rembuk Budaya perdana di Dekesda Art Center, setelah itu bulan berikutnya berpindah ke tempat lain. Misalnya ke komunitas, ke paguyuban, sanggar, rumah budaya, atau padepokan,” kata Aji Kelono.
Aji menyadari bahwa tidak setiap komunitas memiliki tempat yang memadai. Bahkan mungkin juga tidak memiliki sekretariat. Menyikapi kendala itu, Aji telah memiliki solusi.
“Bagi komunitas yang kesulitan tempat, silakan memakai fasilitas di Dekesda Art Center. Sehingga tempat di Dekesda tetapi status tuan rumah tetap komunitas tersebut,” tutur pria yang telah menciptakan beberapa komposisi musik itu.
Aji berharap Rembuk Budaya menjadi ruang bersama untuk memererat tali silaturahmi sesama seniman dan budayawan di Sidoarjo. Rembuk Budaya juga jadi ajang pertukaran pengetahuan, diskusi, dan memerluas wawasan.
“Kita bikin pakem susunan acara. Walau tempat berpindah-pindah, pakem susunan acaranya tidak berubah. Ini nanti sekaligus sebagai ciri khas kegiatan Rembuk Budaya Sidoarjo,” kata musisi sekaligus pegiat ekonomi kreatif itu.
Aji Kelono lantas menjelaskan pakem susunan acara Rembuk Budaya. Pertama, pertunjukan seni durasi 15 menit. Kedua, ceramah budaya durasi 30 menit. Ketiga, diskusi terkait tema ceramah budaya durasi 1 jam. Keempat, diskusi bebas durasi 1 jam.
“Kita tidak ingin acara ini memberatkan tuan rumah. Maka, kita bikin aturan, tidak boleh ada sajian nasi atau makanan berat. Sebab itu terlalu mahal. Sajian cukup pala pendem, air mineral, dan kopi. Dengan biaya ringan dan prinsip kebersahajaan, kita berharap kegiatan ini akan awet selama bertahun-tahun,” kata Aji Kelono. [isa]






