Surabaya (beritajatim.com) – Hujan di bulan suci ramadan 1447 H membawa berkah bagi remaja dan anak-anak untuk menyediakan jasa ojek payung di kawasan wisata religi Wali Songo, Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur, Senin (23/2/2026).
Memanfaatkan waktu lengang sepulang sekolah jam 12 siang dan ramainya aktivitas berziarah di makam sunan, puluhan remaja dan anak-anak itu semangat menenteng sebuah payung menuju ke area makam yang luas.
Hujan yang baru turun sebentar pada Senin siang, langsung membuat baju mereka basah kuyup. Di lahan parkir terbuka, di atas tanah makam dan di pelataran masjid yang luas, mereka menawarkan penyelamatan satu-persatu peziarah yang terjebak hujan, agar pakaian peziarah yang bersih tidak sedikit basah dan kotor; berkat tutupan dari jasanya.
“Assalamu’alaikum, maaf ibu dan bapak, payung. Mari boleh saya antar,” sapa mereka ramah kepada peziarah terjebak hujan, hari Senin (23/2).
Mereka juga sedikit menggigil akibat paparan air hujan dan angin yang menghujam tubuhnya. Tapi saat hujannya semakin deras, langkah kaki mereka juga dipercepat supaya tetap ada hangat. Bocah laki-laki dan perempuan berbaur riang jadi satu.
Daffa (14), seorang remaja laki-laki penyedia jasa ojek payung di makam Sunan Ampel itu mengatakan bahwa, jasa-nya ini tidak memasang harga. Diberi imbalan dia bersyukur, dan jika tidak juga tak apa-apa.
“Hitung-hitung sedekah. Tapi kebanyakan orang memberi, walaupun seikhlasnya seribu atau dua ribu,” kata Daffa.
Daffa yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP itu mengaku, kalau hasil dari ojek payung setiap hari diberikan kepada orang tuanya untuk ditabung. Berangkat jam 1 siang dan pulang jam 5 sore.
“Sehari dapetnya paling Rp50 ribu lebih. Hasilnya saya kasih ke ibu, untuk kemudian buat keperluan uang jajan dan alat tulis,” papar remaja baru lulus SD itu.
Menurut Daffa, dia senang bisa membantu orang yang butuh tumpangan ojek payung kepada para peziarah ketika hujan. Katanya, daripada main di luar, di makam membantu orang lebih menyenangkan, mendapat berkah ramadan dan jika beruntung dapat juga imbalan yang lumayan.
Sementara, Aldi (13) rekan Daffa juga mengatakan hal yang sama, bahwa dirinya senang bila bertemu dengan teman-temannya di makam dan bisa membantu orang, baik mereka yang akan berziarah ataupun iktikaf di masjid Sunan Ampel.
“Seneng. Soalnya teman-teman ngumpul rumahnya di sini semua. Siang sampai sore kami menyediakan jasa ojek payung, malemnya salat taraweh bersama-sama,” pungkas Aldi. (rma/ian)






