Gresik (beritajatim.com)- Relokasi pedagang di sepanjang Jalan Raya Manyar Gresik yang ditarget bulan Agustus 2022, mundur. Berdasarkan pantauan, kios-kios di sepanjang jalan nasional itu masih beraktivitas seperti biasanya. Relokasi itu menunggu tempat relokasi selesai dibangun.
Ada 199 kios mulai pintu tol Manyar hingga ke Jembatan Manyar memang beberapa kios masih tutup. Namun, mayoritas kios masih buka seperti biasanya. Para pengunjung pun juga masih terlihat ramai. “Belum ada sosialisasi lagi setelah bertemu dengan bupati di kantor Kecamatan Manyar waktu itu,” ujar Suhan salah satu pedagang, Senin (5/09/2022).
Suhan yang berprofesi sebagai penjaga warung kopi itu, belum tahu kapan akan direlokasi. Namun, dirinya bersedia kapan saja. Sebab, dia hanya menyewa tempat tersebut untuk berjualan kopi. “Saya cuma sewa, tapi sampai sekarang belum ada informasi lanjutan soal relokasi,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pasar”]
Saat ini lokasi relokasi, yakni di sebelah lapangan Desa Manyar Sidomukti terlihat belum ada bangunan yang berdiri. Tanah di samping lapangan sepakbola itu baru diuruk dengan pedel, dan beberapa pondasi. Terlihat hanya ada tiga pekerja.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mentargetkan lokasi relokasi itu selesai di bulan Agustus 2022. Sehingga, di bulan September 2022 pemindahan para pedagang bisa dilakukan. Seperti diberitakan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) merencanakan pelebaran jalan itu dilakukan pada Januari 2023. Sehingga sebelum waktu tersebut tempat harus sudah steril. dny
Sementara itu pemangku kebijakan setempat yakni tim relokasi sudah bertemu dengan stakeholder terkait. Yakni membahas mengenai rencana lanjutan pelebaran jalan. “Rencananya jalan akan mulai dikerjakan pada Januari. Sehingga kami perlu menyiapkan lahan lebih dulu,” pungkas Camat Manyar, Zainul Arifin. [dny/kun]






