Surabaya (beritajatim.com) – Mencuatnya isu negatif terkait tasyakuran Ultah Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di rumah dinas Gedung Negara Grahadi Surabaya yang terkesan menjatuhkan kredibilitas gubernur, menuai reaksi relaan Progo 5 Surabaya.
Ketua Relawan Progo 5 Surabaya, Rahman menegaskan bahwa yang terjadi di Ultah Gubernur itu sudah sangat jelas, Gubernur Khofifah maupun Plh Sekdaprov Jatim Heru sudah memberikan klarifikasi dan sudah meminta maaf.
“Artinya, ultah tersebut bukan niatan Gubernur, begitu juga berbagai pihak yang datang bukan atas undangan Gubernur. Itu semua merupakan inisiasi dan keinginan berbagai pihak yang menyayangi Gubernur, dikarenakan sangat menyayangi rakyatnya. Sehingga, mereka menginisiasi ultah tersebut dan hadir untuk bisa melihat dan mendoakan langsung,” tegasnya.
“Ibu Gubernur hanya ingin berbagi kebahagian bersama anak yatim-piatu dengan memberikan santunan, sedangkan berbagai pihak yang datang itu bukan keinginan Ibu Gubernur. Sehingga, tidak seharusnya acara Ultah Gubernur dijadikan bahan untuk mendiskreditkan gubernur. Dan, tidak seharusnya ada pihak-pihak yang sengaja membesar-besarkan untuk menjatuhkan gubernur, sungguh sangat tidak tepat,” imbuhnya.
Rahman menegaskan pihak yang datang di ultah Gubernur itu murni keinginan masyarakat itu sendiri, dikarenakan ingin bertemu dan mendoakan langsung Gubernur. Dan, selama ini Gubernur selalu menjadi pemimpin yang mengedepankan penerapan prokes (protokol kesehatan).
[berita-terkait number=”4″ tag=”ultah-khofifah”]
“Selama pandemi Covid-19, Ibu Gubernur selalu mengedepankan penerapan protokol kesehatan, bahkan di manapun dan kemana pun selalu mewanti-wanti kepada siapapun untuk menerapkan protokol kesehatan. Ini sebagai upaya beliau memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga sangat tidak mungkin ibu melanggar prokes. Artinya, berbagai isu yang disebar itu sengaja dibuat oleh pihak tertentu yang tidak suka dengan kinerja dan keberhasilan Ibu Gubernur dengan tujuan menjatuhkan Ibu Gubernur,” tukasnya.
Rahman berharap, acara ultah Gubernur tidak lagi dijadikan momentum untuk menjatuhkan Gubernur, lebih baik semua pihak bersama, bahu-membahu untuk membangkitkan ekonomi Jawa Timur.
“Berbagai klarifikasi sudah diberikan, Ibu Gubernur juga sudah dengan terbuka menyampaikan maaf, tidak perlu lagi ada statemen-statemen yang lain, lebih baik seluruh stakeholder membangun kebersamaan, guyub rukun demi kepentingan Jawa Timur, untuk membangkitkan perekonomian Jawa Timur,” pungkasnya. [tok/but]






