Surabaya (beritajatim.com) – Relawan AMIN terus mengumpulkan bukti kecurangan Pemilu 2024 di Jawa Timur. Ketua DPW Jaringan Relawan Nasional (Jarnas) Anies Baswedan Jawa Timur, Dhimam Abror mengklaim bahwa hingga pukul 21.17, Rabu (14/02/2024) pihaknya masih terus berkoordinasi dengan para relawan untuk menemukan berbagai kecurangan.
“Kalau kecurangan kita banyak mendapat laporan. Masih belum kita rekap,” kata Dhimam Abror saat dikonfirmasi Beritajatim.com.
Dhimam mengatakan laporan kecurangan yang paling mencolok dan terjadi di Jawa Timur terjadi di Sampang, Madura. Di salah satu kecamatan, Dhimam menerima laporan kalau undangan pencoblosan tidak diberikan ke para Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan diganti dengan amplop berisi uang Rp 100 ribu.
“Lainnya yang sampai terjadi pembacokan ketua KPPS karena ditemukan kartu suara yang sudah dicoblos,” imbuh pria yang juga kedua badan koordinasi saksi AMIN Jatim itu.
Dhimam juga mengklaim menerima laporan kecurangan Pemilu 2024 yang terjadi di kota Surabaya. Namun, berbagai peristiwa kecurangan yang ditemukan di Surabaya masih minor. Ia pun mengatakan jika sampai saat ini Timnas Amin dan relawan masih terus bekerja untuk mengumpulkan bukti yang akan dibuat sebagai bahan pelaporan.
“di Surabaya kami terima laporan ada surat suara yang sudah di coblos terlebih dahulu. Masih kami lakukan pengumpulan bukti-bukti nanti pasti kami rilis,” tutur Dhimam Abror
Merespon kejadian dugaan kecurangan di Madura, Dhimam Abror mengklaim pihaknya sudah mengundang para kyai, ulama dan habaib ke kantor DPW Nasdem Jawa Timur untuk meminta saran. Dari kalangan ulama itu Timnas AMIN Jatim mendapatkan berbagai masukan.
“Banyak usulannya ada yang keras, ada yang moderat, ada yang lembut. Sudah kita tampung namun belum kami rilis lah respon terhadap kecurangan-kecurangan itu,” tutupnya.
Hingga pukul 21.21 berdasarkan pada hasil perhitungan cepat Litbang Kompas, Paslon nomor 02 Prabowo-Gibran memimpin dengan 58,73 persen. Disusul dengan Paslon nomor 01 Anies-Muhaimin dengan 25,1 persen dan Paslon nomor 03 Ganjar-Mahfud memperoleh 16,17 persen. (ang/ian)






