Surabaya (beritajatim.com) – Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Prof. Mulyanto Nugroho, angkat bicara soal peristiwa yang menimpa dosen Untag Semarang.
Prof. Nugroho menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas tewasnya DLL (35), dosen Fakultas Hukum Untag Semarang, yang ditemukan tak bernyawa di sebuah kos-hotel (kostel) kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (17/11/2025).
“Kami sangat berduka atas peristiwa ini. Di mana pun lokasinya, setiap dosen dan tenaga pendidik yang berada di bawah nama besar Untag adalah bagian dari keluarga besar kami. Tragedi ini menjadi luka bersama,” ujar Prof. Nugroho, Rabu (26/11/2025).
Prof. Nugroho, yang juga Ketua Perkumpulan Perguruan Tinggi Nasionalis Indonesia (Pertinesia), menekankan semua kampus Untag, meski berbeda yayasan, berada dalam satu nafas perjuangan membangun pendidikan nasionalis.
Ia mendesak semua pihak menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Penanganan kasus DLL harus dilakukan profesional dan berkeadilan.
“Kami percaya bahwa setiap langkah penyelesaian harus mengedepankan transparansi, kebenaran, dan perlindungan terhadap martabat almarhumah serta keluarganya,” lanjutnya.
Prof. Nugroho berharap tragedi ini jadi pengingat untuk menjaga keamanan, kesejahteraan, dan kehormatan tenaga pendidik.
“Semoga peristiwa ini menguatkan komitmen kita dalam membangun lingkungan akademik yang saling melindungi, saling menghargai, dan saling menguatkan,” tutupnya. [ipl/but]






