Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperkuat kolaborasi riset internasional dengan menggandeng perusahaan teknologi kedirgantaraan asal Rusia, LLC SPUTNIX/AFK Sistema.
Kolaborasi strategis ini resmi ditandai lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Kamis, 20 November 2025.
0enekenan MoU berlangsung di Rektorat Universitas Negeri Surabaya. Pertemuan ini difasilitasi penuh oleh Direktorat Bina Talenta Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Rektor Untag Surabaya, Prof. Mulyanto Nugroho menyebut kemitraan ini sejalan dengan visi kampus. Tujuannya, memperkuat kapasitas riset dan kontribusi Indonesia pada teknologi masa depan.
“Kerja sama ini buka peluang besar bagi sivitas akademika untuk terlibat dalam penelitian strategis dan perluas jejaring kolaborasi internasional,” kata Prof. Nugroho, Jumat (21/11/2025).
Wakil Rektor 1 Untag Surabaya, Harjo Seputro, ST MT., menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah hasil diskusi intensif yang panjang. Fokusnya pada riset strategis antara Untag dan SPUTNIX Rusia.
Ada tujuh topik utama yang disiapkan untuk kolaborasi riset. Antara lain Material and Structural Engineering, Computer Science and Robotics, Spacecraft Design, Emerging Manufacturing and Integration, Sustainability and Technology Independence, Fluid Mechanics, dan Dynamics and Control.
Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi, Adi Nuryanto menilai kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk perluas kolaborasi akademik. Selain itu, juga untuk mendorong inovasi nasional.
“Kolaborasi ini membuka jalur pertukaran informasi dan pengembangan prospek riset di bidang teknologi ruang angkasa,” ujar Adi.
Perwakilan SPUTNIX, Alexey Katkov menyambut sinergi ini dengan optimisme tinggi. “Kami harap kolaborasi ini dapat beri kontribusi nyata bagi masa depan teknologi Indonesia,” kata Katkov.
Kemitraan ini akan memperkuat fondasi riset kedirgantaraan Untag. Serta, membuka ruang pengembangan kompetensi masif bagi dosen dan mahasiswa, terutama dari Fakultas Teknik dan Fakultas Teknologi Elektronik dan Informatika Cerdas (FTEIC).
Kolaborasi ini diharapkan tak hanya memperkaya penelitian akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri global. [ipl/beq]






