Surabaya (beritajatim.com) – Rektor Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr Nurhasan, M.Kes akan mengadakan sarasehan untuk membicarakan tragedi Kanjuruhan. Ia berharap bisa menemukan semacam formula sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas sepak bola tanah air.
“Tragedi ini harus menjadi yang terakhir, ke depan tidak boleh terjadi lagi, Sarasehan ini nanti melibatkan semua pihak, suporter bahkan teman-teman media dan pegiat olahraga sepak bola. Kita diskusi dan mengkaji akar persoalannya apa, solusinya bagaimana. Di Eropa seperti di Inggris dan Peru kan pernah terjadi hal yang sama, tetapi itukan dulu dan sekarang eranya beda. Kenapa kita di sini masih terjadi insiden seperti ini. Nah itu yang dikaji,” ucap Prof Nurhasan, Kamis (14/10/2022).
Menurutnya, olahraga sepak bola harus adaptif dengan zaman. Perlu kajian dan pemetaan serius di seluruh aspek, termasuk tipikal suporter yang tentunya berbeda, skala rivalitas dan intensitas pertandingan antar klub juga perlu pemetaan.
“Sehingga ketika bertanding ke sini melibatkan klub ini misalnya harus begini penanganannya, ketika di tempat ini harus begini skema pengamanannya. Termasuk SOP-nya bagaimana. Semua hal teknis dan nonteknis harus dikaji total,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Rektor Unesa yang akrab disapa Cak Hasan menambahkan, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, Unesa menyediakan bantuan pendidikan di Unesa untuk putra dan putri korban yang meninggal dalam insiden Kanjuruhan.
“Kami siapkan bantuan untuk putra-putri korban yang berminat sekolah atau kuliah. Di Unesa ada pendidikan level SD, SMP, SMA/SMK dan jenjang kuliah,” ucapnya. [way/but]






