Surabaya (beritajatim.com) – Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Nurhasan mendorong pemanfaatan potensi SDM Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jatim untuk sumber pendapatan kampus.
Hal itu disampaikan Cak Hasan, sapaan akrabnya saat bertemu dengan 12 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dalam Raker Paguyuban Rektor di Universitas Jember (Unej) pada Rabu (31/7/2024) lalu.
Baginya, PTN harus memiliki kemampuan untuk mendapatkan sumber pendanaan lain sesuai potensi masing-masing. Ini penting agar kampus tidak bergantung pada uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa.
Peningkatan pendapatan, lanjut dia, juga bisa ditempuh dengan cara kolaborasi dan sinergitas antar PTN di Jatim. Karena itu, ada sesi khusus dalam raker ini untuk mengulik pengalaman 3 kampus yang sudah PTNBH.
“Jawa Timur jadi barometer pendidikan tinggi di Indonesia. Terbukti dengan banyaknya pencapaian dan prestasi yang diraih masing-masing PTN. Diskusi akan kita bawa dan kawal ke Kementerian agar dapat jadi masukan bagi pengembangan kebijakan PTN di Indonesia,” kata Cak Hasan, ditulis Jumat (2/8/2024).
Sementara itu, Rektor Unej Dr Ir Iwan Taruna menekankan pentingnya kegiatan dari Paguyuban Rektor ini dalam mewujudkan iklim akademik di lingkungan PTN yang lebih baik. “Raker ini sangat strategis dan menjadi ajang bertukar pikiran sekaligus berbagi informasi antar PTN mengenai isu krusial kekinian, seperti halnya soal UKT,” ungkapnya.
Sebagai informasi, PTN yang hadir dalam kegiatan ini adalah Unesa, Unair, ITS, UPN Veteran Jawa Timur, UINSA, UB Malang, UM, UIN Maulana Malik Ibrahim, Universitas Trunojoyo Madura, UIN KHAS Jember, UIN SATU Tulungagung dan tuan rumah Unej. [ipl/kun]






