Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mengukuhkan 800 wisudawan dari berbagai jenjang. 800 mahasiswa itu terdiri dari program sarjana S1 sejumlah 781 wisudawan, program Pascasarjana S2 sebanyak 14 wisudawan dan Pascasarjana S3 yang diikuti oleh satu wisudawan.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Hj Umi Sumbulah, MAg dalam laporan akademik menjelaskan jika wisuda periode V tahun 2022 untuk kategori S1 dan S2 sudah memenuhi targetnya. “Insyaallah untuk tahun 2023 lulusan S3 Pascasarjana akan kembali memenuhi kuota kembali,” ujarnya menegaskan.
Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr H M Zainuddin, MA mengharap agar seluruh lulusan UIN Maliki Malang terus berkiprah aktif di tengah masyarakat. Mahasiswa alumni UIN Malang harus mengamalkan keilmuannya yang telah didapat selama berada di bangku kuliah.
“Saya berharap lulusan UIN Maliki Malang bisa memberikan kontribusinya bagi kemajuan bangsa ini. Lulusan UIN Maliki Malang, harus siap menyongsong era disrupsi ini dengan dibekali soft skill dan hard skill yang memadai dan punya daya saing tinggi,” terangnya saat sambutan.
Lebih lanjut, orang nomor satu di UIN Malang itu berpesan agar para sarjana dan alumni terus belajar dan belajar, jangan sampai berhenti. Dia berharap agar tidak pernah berhenti untuk ikhtiar dan berdoa, teruslah berjuang sembari tetap menjaga nama baik almamater UIN Maliki Malang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”uin-malang”]
“Menimba ilmu itu tidak ada batasannya (life long education), para wisudawan wajib hormat kepada kedua orang tua dan para guru atau dosennya. Berkat perjuangan mereka lah kalian di didik dan diberi ilmu hingga bisa diwisuda seperti saat ini,” katanya.
Pesan yang terakhir, Rektor UIN Malang pada mahasiswa agar menjaga kesatuan dan persatuan NKRI ini dengan bersikap toleran, dan menghindari segala macam bentuk kekerasan, akomodatif terhadap budaya lokal (local wisdom). “Inilah ciri sikap moderasi dalam beragama,” tutupnya. [dan/but]






