Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menetapkan arah transformasi kelembagaan yang berfokus pada penguatan mutu akademik berstandar internasional dan tata kelola berdampak.
Arah kebijakan tersebut ditegaskan Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro, yang resmi menjabat untuk periode 2026–2029.
Komitmen penguatan mutu akademik ditopang capaian sertifikasi ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA) yang diraih Untag Surabaya pada Maret 2024. Sertifikasi itu diperoleh tiga program studi, yakni S1 Administrasi Publik, Arsitektur, dan Psikologi.
AUN-QA menjadi indikator bahwa proses pembelajaran, kurikulum, serta sistem penjaminan mutu di Untag Surabaya telah memenuhi standar pendidikan tinggi di tingkat Asia Tenggara. Capaian ini sekaligus menjadi pijakan pengembangan mutu lintas program studi.
“Capaian ini menjadi pijakan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu di Untag Surabaya. Harapannya, standar mutu ini tidak berhenti di tiga program studi saja,” kata Harjo, Selasa (6/1/2026).
Selain penguatan akademik, Untag Surabaya mencatat konsistensi prestasi mahasiswa di tingkat internasional. Sekitar 62 mahasiswa dari berbagai program studi meraih prestasi akademik dan non-akademik di berbagai ajang luar negeri.
Prestasi tersebut meliputi kompetisi ilmiah, riset dan inovasi, kewirausahaan, olahraga, hingga seni. Salah satunya juara I kategori esai inovasi dan bisnis pada International Business and Management Virtual Innovation & Invention of Ideas Competition 2025 yang digelar Universitas Teknologi Mara, Malaysia.
Pada Desember 2025, mahasiswa Teknik Industri Yuan Jodie Hibatullah meraih juara I cabang olahraga hoki pada SEA Games Thailand. Prestasi internasional juga diraih mahasiswa Manajemen Muhammad Rusybihan Baqli sebagai juara I, serta Hadi Firman Zyah dari Ilmu Komunikasi dan David Akbar Putra Pratama dari Sistem dan Teknologi Informasi pada Kejuaraan WOMAU International Martial Art Contest 2025 di Korea Selatan.
Penguatan tata kelola berdampak dilakukan melalui penandatanganan Kontrak Kinerja Utama Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Berdampak pada 5 Januari 2026. Untag Surabaya menjadi salah satu dari 10 perguruan tinggi swasta di bawah LLDikti Wilayah VII Jawa Timur yang menandatangani kontrak tersebut.
“IKU ini kami maknai sebagai instrumen transformasi. Setiap indikator harus berdampak langsung pada kualitas lulusan, kinerja dosen, dan masyarakat,” ujar Harjo.
Di bawah kepemimpinan rektorat baru, Untag Surabaya juga menyiapkan Pusat Layanan Disabilitas yang dijadwalkan diresmikan awal 2026. Pusat ini dirancang untuk mendukung mahasiswa dengan berbagai kebutuhan khusus.
Pusat Layanan Disabilitas menyediakan layanan dan pedoman pembelajaran bagi mahasiswa dengan disleksia, autisme, tunanetra, tunarungu, dan kebutuhan khusus lainnya. Langkah ini memperkuat posisi Untag Surabaya sebagai kampus ramah difabel.
“Dengan Pusat Layanan Disabilitas, kami memperkuat fasilitas untuk mahasiswa dengan kebutuhan fisik maupun akademik khusus, sehingga semua memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang,” kata Harjo.
Saat ini tercatat sekitar 100 mahasiswa aktif Untag Surabaya merupakan mahasiswa berkebutuhan khusus yang tersebar di berbagai program studi. Data internal menunjukkan kelompok terbesar berasal dari mahasiswa dengan kesulitan belajar, bakat istimewa, dan karakteristik hiperaktif.
Pimpinan Untag Surabaya menegaskan pengembangan menuju World Class University tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada dampak sosial dan akses pendidikan yang inklusif.
“Pendidikan yang berkualitas harus dapat diakses oleh siapa saja tanpa hambatan. Kami terus berinovasi untuk memajukan Untag Surabaya,” ujar Harjo.
Adapun jajaran rektorat baru Untag Surabaya antara lain Wakil Rektor I Amanda Pasca Rini, Wakil Rektor II Supangat, dan Wakil Rektor III Sumiati. [ipl/suf]






