Tuban (beritajatim.com) – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sering kali di manfaatkan oleh masyarakat untuk pergi berwisata.
Selain itu, banyak anak – anak sekolah yang juga libur sehingga turut memanfaatkan momen liburan kali ini.
Tapi, seringkali momen liburan hanya untuk bersenang – senang saja, padahal di Kabupaten Tuban ada salah satu wisata yang memberikan fasilitas terapi kesehatan yakni di Wisata Pantai Kelapa Tuban.
Selain melihat keindahan pantai dan pohon kelapa, wisatawan juga bisa loh mencoba Terapi Garam yang ada di wisata Pantai Kelapa. Tentu terapi tersebut sangat cocok untuk kalangan orang dewasa maupun lansia, rasa capek seketika hilang usai berkeliling di tempat wisata lalu menikmati terapi garam yang disediakan.
Saat mengunjungi lokasi, tampak rumah terapi yang baru dibangun sekitar 6 bulan terakhir itu dengan beberapa fasilitas siap memanjakan para pengunjung wisata Pantai Kelapa yang ingin menikmatinya.
Ketua Pokdarwis Pantai Kelapa, Muhasan menyampaikan rumah terapi garam ini baru berdiri sekitar 6 bulan terakhir dengan fasilitas 33 bak terapi yang siap digunakan oleh pengunjung yang ingin mencoba terapi tersebut. Selain untuk orang dewasa juga aman bagi anak – anak.
Munculnya ide untuk menambah fasilitas terapi garam ini, karena semakin banyaknya pengunjung di wisata Pantai Kelapa yang didominasi oleh orang dewasa, sehingga baik untuk kesehatan mereka, sebab selain manfaatnya untuk menghilangkan penat, juga baik untuk penderita kaki pegal – pegal atau linu.
“Terapi garam ini kita manfaatkan untuk memanjakan wisatawan di Pantai Kelapa ketika habis dari perjalanan jauh pasti mereka pegal, capek, reumatik dan sebagainya, dan inilah solusinya,” ungkap Muhassan.
Selain wisatawan datang untuk refresing, kuliner, renang dan menikmati beberapa wahana lainnya, Muhasan juga peduli akan kesehatan, sehingga munculah inovasi terapi garam tersebut.
Manfaatnya juga sangat banyak diantaranya terjadi pegal-pegal, penyumbatan peredaran darah kurang lancar, dengan terapi garam ini dapat menyerap racun dalam tubuh dan bisa melancarkan peredaran darah.
“Untuk menikmati terapi tersebut, sekali terapi dibandrol dengan Rp 25 ribu selama 20 menit,” imbuhnya.
Terkait minat pengunjung, diakuinya rumah terapi yang baru ini belum begitu banyak diketahui pengunjung, sehingga butuh sosialisasi lebih masif agar diketahui masyarakat banyak.
“Dalam sehari bisa 5 pengunjung, tapi saat musim libur Natal dan Tahun Baru ini lebih banyak,” kata Muhasan.
Untuk komposisinya, terapi garam ini selain garam khusus yang dicampur dengan antiseptik juga dicampur air garam, air panas dan air tawar. Sehingga dengan komposisi ini diharapkan dapat terjadi kelenturan otot-otot kaki dan peredaran darah dalam tubuh dan dapat lancar kembali.
Selain itu, terapi garam ini juga sudah pernah di teliti oleh kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan memang terbukti terapi garam ini bisa digunakan untuk refleksi kesehatan. “Dan ini baru pertama kali ada di Tuban, bahkan mungkin di Jawa Timur,” terang dia.
Sementara itu, salah satu pengunjung asal Gresik, Ngadi saat berada di lokasi terapi mengaku dirinya baru pertama ini merasakan terapi garam kesehatan, awalnya hanya melihat saja, namun ia tertarik untuk mencobanya yang kebetulan pihaknya sedang capek karena perjalanan dari Cepu.
“Ini datang di Pantai Kelapa liburan bersama keluarga, setelah 2 hari kemarin dari Gresik ke Cepu, Blora dan ini mau balik ke Gresik mampir dulu di Tuban, semoga capeknya dan pegelnya hilang ini,” tutup Ngadi. [ayu/ted]






