Surabaya (beritajatim.com) – Proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL) di Laut Kenjeran, Kota Surabaya akan dikembangkan menjadi enam pulau.
Reklamasi yang digarap oleh PT Granting Jaya itu masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Pembangunan direncanakan akan selesai 100 persen dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.
“Pulaunya sekarang bertambah, bertambahnya ini karena kita memperbesar kanal kanalnya. Di mana 100 hektar tanah di pulau A nempel dengan existence. Kemudian pulau B, C1, C2, D1, dan D2,” ungkap Jubir PT. Granting Jaya, Agung Pramono.
Agung menjelaskan, reklamasi enam pulau nanti akan difungsikan sebagai lokasi pariwisata, bisnis, dan perdagangan. Kata Agung, juga sebagai penunjang masyarakat kelas bawah hingga kelas atas.
“Pembangunan reklamasi ini juga fokus di wisata salah satunya mangrove. Kemudian, meneruskan wisata yang sudah ada ini dikembangkan. Beserta ada komersial di aspek bisnis,” paparnya.
Sampai sekarang, lanjut Agung, proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land ini sudah sampai tahap pengurusan ijin dan sosialisasi di empat kecamatan terdampak. Sedangkan, pengerjaan enam pulau ini akan dilakukan bertahap.
“PSN itu cukup panjang alur pengerjaannya. Kami juga harus memenuhi ijin ke berbagai pihak dan sampai sekarang adalah tahap penyelesaian izin,” tutupnya. [ram/beq]






