Ringkasan Berita
- Pemkab Kediri menganggarkan sekitar Rp20 miliar untuk pembenahan sarana dan prasarana sekolah tahun 2026.
- Program rehabilitasi menyasar puluhan sekolah pada jenjang SD dan SMP.
- SDN Bedali 1 mendapat rehabilitasi enam ruangan dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar.
- Material bangunan yang masih layak tetap digunakan dalam proses rehabilitasi sekolah.
- Pemkab Kediri Anggarkan Rp20 Miliar untuk Rehabilitasi Sekolah
Kediri (beritajatim.com) — Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pendidikan mengalokasikan sekitar Rp20 miliar dari APBD 2026 untuk pembenahan sarana dan prasarana sekolah. Program revitalisasi dan rehabilitasi tersebut menyasar puluhan sekolah pada sejumlah jenjang pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembenahan sarana pendidikan sesuai kondisi masing-masing sekolah. “Dari APBD ada Rp20 miliar semua. Lebih, Rp20-an untuk semua jenjang,” kata Muhsin.
Menurutnya, rehabilitasi sekolah tidak selalu berarti seluruh bangunan dibongkar kemudian diganti menggunakan material baru. Bagian bangunan yang masih dalam kondisi baik dan layak digunakan akan tetap dipertahankan.
Hal tersebut, kata Muhsin, penting dipahami masyarakat agar penggunaan kembali material lama dalam proyek rehabilitasi tidak dianggap sebagai pekerjaan yang tidak tuntas.
“Jadi, ini agar masyarakat bisa paham. Kadang ada keluhan, ‘Lho, ini rehab kok bahan kayu-kayu lama kok dipasang lagi?’ Ya memang kalau rehab itu yang diperbaiki kan yang rusak-rusak, yang masih utuh, yang masih bagus dipakai lagi,” jelasnya.
Tingkat Kerusakan Tentukan Besaran Anggaran
Sebelum sebuah sekolah mendapatkan program rehabilitasi, kondisi bangunan terlebih dahulu dinilai oleh tim. Tingkat kerusakan menjadi salah satu dasar untuk menentukan jenis pekerjaan sekaligus kebutuhan anggarannya.
Karena itu, tidak semua sekolah mendapatkan lingkup pekerjaan yang sama. Ada sekolah yang hanya membutuhkan perbaikan ruangan tertentu, sementara sekolah lainnya memerlukan rehabilitasi dalam skala lebih besar.
“Jadi, sekolah itu ada yang, yang misalnya hanya perbaikan perpustakaan, ada yang membangun perpustakaan, kamar mandi. Tergantung ya. Bergantung ya, ada yang Rp150 juta, sesuai tingkat kerusakan, ada yang Rp300 juta,” terangnya.
Untuk proyek dengan nilai besar, proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme lelang. Sementara pekerjaan dengan nilai lebih kecil, sekitar Rp100 juta hingga Rp200 juta, dilakukan melalui mekanisme pengadaan langsung sesuai ketentuan yang berlaku.
SDN Bedali 1 Dapat Rehabilitasi Enam Ruangan
Salah satu proyek dengan nilai anggaran terbesar berada di SDN Bedali 1, Desa Bedali, Kecamatan Ngancar. Sekolah tersebut mendapat rehabilitasi enam ruangan dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar.
“Kita yang besar itu di SDN Bedali. SDN Bedali Ngancar itu lebih dari Rp1 miliar ya anggarannya. Karena merehab semua ruang, enam ruang itu kita rehab. Termasuk yang revit itu yang parah ya lebih satu miliar,” ungkap Muhsin.
Kasi Sarpras SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Anang Tri Asmono mengatakan, pada jenjang SD terdapat 38 titik yang mendapat program rehabilitasi.
Untuk SDN Bedali 1, pekerjaan rehabilitasi enam ruangan saat ini masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada November atau paling lambat awal Desember 2026.
“Yang paling parah ya di Bedali itu rehab 6 kelas dan saat ini tengah dalam proses pengerjaan, Insyaallah selesai November atau awal Desember ini,” ujarnya.
Selama proses rehabilitasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar siswa SDN Bedali 1 sementara dipindahkan ke Balai Desa Bedali yang berada tepat di samping sekolah.
Rehabilitasi Juga Menyasar Jenjang SMP
Program pembenahan sarana pendidikan tidak hanya menyasar sekolah dasar. Pada jenjang SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mencatat terdapat 59 sekolah yang mendapatkan rehabilitasi menggunakan APBD Tahun Anggaran 2026.
Pekerjaan disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing sekolah. Dengan pendekatan tersebut, anggaran diarahkan untuk memperbaiki bagian bangunan yang memang membutuhkan penanganan.
Program rehabilitasi juga mempertahankan bagian bangunan yang masih layak sehingga tidak seluruh material lama harus diganti.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri memastikan pembenahan sarana dan prasarana tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang layak dan aman bagi kegiatan belajar mengajar.
Dengan anggaran sekitar Rp20 miliar, pemerintah daerah berharap sejumlah bangunan sekolah yang mengalami kerusakan dapat diperbaiki secara bertahap. Pekerjaan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan sekolah, sementara proses pembelajaran tetap diupayakan berjalan selama rehabilitasi berlangsung. [nm/kun]






