Situbondo, (beritajatim.com) – Kebakaran melanda bagian dapur rumah warga di Kampung Tengah RT 002 RW 005, Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jumat, 13 Februari 2026 pagi.
Api diduga dipicu kebocoran regulator tabung gas LPG yang berdekatan dengan obat nyamuk bakar yang masih menyala.
Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Rumah tersebut diketahui milik Muhammad Suruji dan saat ini dikontrak oleh Ibu Isrosida (51), dengan satu kepala keluarga terdiri dari tiga jiwa.
“Dugaan sementara karena kebocoran regulator LPG. Namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan kepolisian,” ujar Puriyono.
Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong. Korban tengah mencari rumput di sekitar lokasi. Ia menyadari kebakaran setelah melihat asap mengepul dari arah rumahnya, lalu bergegas pulang dan meminta pertolongan warga.
Warga setempat langsung bergotong royong memadamkan api sebelum dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Proses pemadaman dan pembasahan selesai sekitar pukul 10.00 WIB.
Bagian dapur berukuran kurang lebih 8 meter x 5 meter dengan tinggi 3 meter mengalami kerusakan berat. Bangunan permanen tersebut nyaris hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Kerugian material ditaksir mencapai Rp15 juta.
Petugas Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD segera melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi. Sejumlah unsur turut hadir, antara lain Camat Panji, anggota Koramil dan Polsek Panji, perangkat Desa Curah Jeru, Tagana Dinas Sosial, serta relawan.
Puriyono menambahkan, pihaknya akan melanjutkan tahap Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) serta menyalurkan bantuan logistik yang dibutuhkan korban.
BPBD mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi regulator dan selang gas guna mencegah potensi kebakaran serupa. [awi/aje]






