Lamongan (beritajatim.com) – Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan semakin hangat diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Teka-teki terkait siapa calon kuat yang akan menduduki jabatan tersebut juga menjadi buah bibir yang cukup mewarnai di tengah gencarnya arus pemberitaan tentang lonjakan Covid-19.
Diketahui, Panitia seleksi (pansel) penerimaan calon Sekda telah membuka pendaftaran ini seminggu yang lalu, tepatnya pada Rabu (7/7/2021) dan berakhir pada Selasa (13/7/2021). Di akhir penutupan pendaftaran itu, tercatat telah ada 5 pejabat yang turut berkontestasi dan siap bersaing untuk menjadi yang terdepan di setiap tahapan seleksinya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang akrab disapa YES ini turut memberikan komentarnya saat dikonfirmasi oleh wartawan. Pada prinsipnya, Bupati YES menyampaikan bahwa seluruh Calon Sekda yang mendaftar tersebut harus melalui aturan yang sudah ada.
“Silakan mereka para calon untuk mengikuti prosedur yang sudah ditentukan. Dan semuanya saya serahkan ke Panitia Seleksi,” ujar Bupati YES, Kamis (15/7/2021).
Saat ditanya terkait siapa calon kuat yang akan berpeluang untuk menjadi Sekda yang akan mendampinginya nantinya, Bupati YES yang juga pernah menjabat sebagai Sekda Lamongan ini menuturkan, bahwa Pansel-lah yang akan menilai sejauh mana kapasitas, kualitas dan kapabilitas yang dimiliki oleh para calon tersebut.
Menurut Bupati YES, pihaknya tidak punya wewenang untuk melakukan fit and proper test. Secara diplomatis, YES menjawab, bahwa kepastian siapa calon yang akan menjadi Sekda itu bisa diketahui hasilnya apabila sudah dilakukan pengumuman resmi, seperti yang telah ditentukan jadwalnya.
“Pokoknya, Calon Sekda Lamongan harus punya kapasitas, kualitas, dan kapabilitas. Siapapun mereka (para calon), pansel yang akan menentukan. Kalau saya tidak ikut menguji fit and proper test para calon. Itu wewenang Pansel,” paparnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sekda-lamongan”]
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, kelima pendaftar yang sudah menyerahkan berkas ke pansel itu di antaranya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Anang Taufik, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Fida Nuraida, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Moh. Nalikan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Moh. Fahrudin Ali Fikri, dan Sekretaris DPRD Lamongan, Aris Wibawa.
Jabatan Sekda Lamongan ini secara definitif telah dinyatakan kosong sejak Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang kala itu menjabat sebagai Sekda mundur dari jabatannya, tepatnya pada Senin (18/8/2020). Lalu jabatan Sekda ini diisi oleh Herry Pranoto sebagai Plt, dan dilanjutkan oleh Pj Sekda Aris Mukiyo yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMTSP) Provinsi Jatim. [riq/but]






