Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menginstruksikan agar kualitas sektor pelayanan ditingkatkan. Sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.
Badrut menilai tugas utama pemerintah adalah service atau pelayanan maksimal kepada masyarakat. Tidak hanya pada kesehatan namun juga sektor lainnya seperti kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) hingga pendidikan dan kebudayaan (dikbud).
Terlebih hal tersebut juga menjadi salah satu dari lima program prioritas yang dia gagas yakni Reformasi Birokrasi.
“Dari itu kami meminta pelayanan di rumah sakit daerah hingga Puskesmas, agar senantiasa meningkatkan sektor pelayanan kepada masyarakat. Sehingga dapat memberikan energi positif bagi para pasien, demikian juga sebaliknya,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Senin (15/8/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”bupati-pamekasan”]
Kondisi tersebut tentunya akan memberikan dampak positif, khususnya untuk sektor pelayanan. “Kalau misal orang sakit gigi, dilayani dengan salam, senyum dan pelayanan yang santun di rumah sakit atau puskesmas, kira-kira bisa langsung sembuh. Sebaliknya, kalau pelayanannya buruk, awalnya sakitnya satu justru menjadi dua,” ungkapnya.
Hal tersebut tentunya juga berlaku untuk sektor pelayanan lain di lingkungan Pemkab Pamekasan. “Tugas kita itu service, yaitu memastikan semua pelayanannya baik. Puskesmas itu service, kantor kelurahan itu service, semua service. Bahkan Disdikbud itu service, service guru kepada murid, guru yang bagus yang selalu mengupdate ilmunya,” imbuhnya.
Komitmen dan upaya tersebut bukan tanpa alasan, sebab pihaknya juga sudah membuktikan melalui launching Mall Pelayanan Publik (MPP) sebelum seratus hari masa kepemimpinan. Sekaligus menandakan sebagai wujud komitmen pelayanan maksimal kepada masyarakat.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-pamekasan”]
“Kinerja cepat (launching MPP) itu juga mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia. Apalagi selama ini kami juga komitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam segala hal,” sambung bupati muda yang akrab disapa Mas Tamam.
Tidak hanya itu, baginya jabatan juga dinilai sebagai sarana pengabdian dan bukan tujuan. Sehingga beragam hal yang dilakukan bermuara pada kepentingan masyarakat secara umum.
“Makanya selama ini kami tidak merasa memiliki beban dalam mengemban jabatan, karena bagi kami jabatan ini hanya sebatas alat pengabdian dan bukan tujuan. Bahkan banyak yang bilang jika bupati swasta,” pungkasnya. [pin/beq]






