Lamongan (beritajatim.com) – Realisasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lamongan terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 100 gerai KDMP yang tersebar di berbagai kecamatan telah beroperasi secara penuh untuk melayani kebutuhan masyarakat desa.
Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Diskopum) Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, mengungkapkan bahwa setiap gerai KDMP memiliki karakteristik unit usaha yang beragam. Perbedaan ini disesuaikan dengan potensi lokal dan kebutuhan spesifik masyarakat di masing-masing desa.
“Unit usahanya bermacam-macam. Ada yang berbentuk toko retail yang bekerja sama dengan PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat,” ujar Anang saat dikonfirmasi, Rabu (17/12/2025).
Dari total gerai yang telah berjalan, sedikitnya 30 KDMP telah menjalin kemitraan strategis dengan Ponpes Sunan Drajat. Selebihnya, KDMP bergerak di sektor penyediaan sarana dan kebutuhan pertanian, obat-obatan, hingga berbagai lini usaha yang mendukung penguatan ekonomi warga di tingkat akar rumput.
Salah satu terobosan penting dari program ini adalah keterlibatan koperasi dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi. Saat ini, terdapat dua KDMP yang telah menjalin kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyuplai kebutuhan bahan pokok, yakni koperasi di Kelurahan Banjarmendalan dan Desa Made.
Anang menegaskan bahwa ekspansi program KDMP di Lamongan tidak akan berhenti pada angka 100 gerai saja. Pemerintah daerah terus mengawal percepatan pembangunan fisik agar seluruh titik target segera beroperasi.
“Saat ini, sekitar 230-an KDMP masih dalam proses pembangunan dan diproyeksikan segera menyusul untuk beroperasi,” jelas Anang.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian desa melalui badan usaha koperasi, sekaligus menjadi motor penggerak transformasi ekonomi kerakyatan di Kabupaten Lamongan. [fak/beq]






