London (beritajatim.com) – Real Madrid menghadapi tantangan berat setelah tumbang 0-3 dari Arsenal pada leg pertama perempat final Liga Champions 2024/2025. Kekalahan di Emirates Stadium, London, itu menjadi selisih kekalahan terbesar Los Merengues di fase knockout, menyamai hasil saat dihajar Borussia Dortmund 1-4 di leg pertama semifinal musim 2012–2013.
Saat itu, Real Madrid gagal membalikkan keadaan meski bermain di kandang sendiri pada leg kedua. Mereka hanya menang 2-0 di Estadio Santiago Bernabeu dan tersingkir karena aturan gol tandang masih berlaku.
Namun, kondisi saat ini lebih sulit. Sejak musim 2021–2022, UEFA telah menghapus aturan gol tandang. Maka dari itu, untuk bisa lolos ke semifinal, Madrid wajib menang dengan margin minimal empat gol pada leg kedua yang akan berlangsung di Bernabeu pada 17 April mendatang. Jika hanya menang tiga gol, laga akan dilanjutkan ke babak tambahan.
Tekanan semakin besar karena Real juga harus menjaga peluang di kompetisi domestik. Mereka akan menjamu Deportivo Alaves pada jornada ke-32 LaLiga, 13 April mendatang. Madrid saat ini mengoleksi 63 poin, tertinggal empat angka dari pemuncak klasemen sementara FC Barcelona yang telah mengumpulkan 67 poin.
Dengan jadwal padat dan tensi tinggi, pelatih Carlo Ancelotti tak punya banyak ruang untuk melakukan rotasi pemain. Jika terlalu banyak mengistirahatkan pilar utama melawan Alaves, potensi kehilangan poin akan terbuka lebar, dan jarak dengan Barcelona bisa makin sulit dikejar.
“Tentu saja. Kami bisa comeback (pekan depan, Red). Segalanya masih memungkinkan,” ujar striker Real Kylian Mbappe kepada Sky Sports. [dio/beq]






