Gresik (beritajatim.com) – Razia truk over dimension and over load (Odol) semakin intensif dilakukan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Kota Gresik. Ada 16 surat tilang sudah dilayangkan kepada para pengemudi truk odol.
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi menuturkan, mobilitas truk odol banyak terjadi di kawasan industri dan jalur padat lalu lintas. Misalnya di kawasan simpang tiga exit tol Manyar, simpang tiga terminal Bunder Kecamatan Cerme serta kawasan jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas, Gresik.
“Selama sepekan terakhir, kami telah melayangkan 16 surat tilang kepada para pengemudi truk. Kendaraan mereka melebihi ukuran dan muatan,” tuturnya, Jumat (29/01/2022).
Alasan razia ini lanjut dia, bukan tanpa alasan. Sebab, kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Gresik mayoritas disebabkan akibat kelalaian pengemudi. Termasuk kondisi pengemudi yang mengantuk atau mengalami kelelahan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
“Ada 27 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dengan total kerugian meterial mencapai Rp 30 juta. Untuk itu, intensitas patroli akan terus dilakukan guna mewujudkan Kamseltibcar di wilayah Hukum Polres Gresik,” ujarnya.
Mantan Kapolsek Sokobanah Sampang itu menjelaskan bahwa upaya tersebut dalam rangka meminimalisir dan menekan kejadian kecelakaan lalu lintas serta memberi edukasi kepada pengemudi.
“Edukasi ini terkait rem blong, pecah ban dan patah as akibat muatan berlebihan dan faktor teknis lainnya,” tandasnya. [dny/but]






