Bangkalan (beritajatim.com) – Warung rawon milik Cak To yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, berdiri sejak 1960. Hingga tahun 2025, warung legendaris ini tetap ramai dikunjungi pembeli yang ingin mencicipi rawon khas dengan cita rasa autentik.
Warung ini dikenal tetap mempertahankan resep asli dari era 60-an tanpa modifikasi. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keontentikan rasa rawon yang khas, yang menjadi daya tarik utama bagi para pelanggan setianya.
Salah satu pelanggan, Hafid, mengaku bahwa keluarganya selalu memilih warung ini saat ingin menikmati rawon, terutama ketika ada tamu yang datang ke rumah.
“Dari dulu sampai sekarang kalau untuk beli rawon kami selalu ke sini. Karena rasanya sangat khas, tidak ditemukan di tempat lain,” terangnya, Sabtu (26/1/2025).
Menurut Hafid, selain rasanya yang khas, rawon Cak To juga dikenal dengan porsi daging sapinya yang melimpah dan potongan yang besar. Tidak hanya itu, tekstur dagingnya juga empuk dan mudah dikunyah.
“Teksturnya masih terasa namun tidak alot. Jadi enak dikunyah. Rasanya khas dan kuahnya lezat,” ungkapnya.
Warung ini memiliki lokasi yang cukup tersembunyi, berada di sisi barat Pasar Socah. Meskipun begitu, keberadaannya tetap dikenal luas oleh masyarakat setempat hingga wisatawan kuliner dari luar daerah.
Pemilik warung, Suharto, mengungkapkan bahwa warung ini pertama kali didirikan oleh neneknya pada tahun 1960. Seiring waktu, warung ini diwariskan kepada orang tuanya sebelum akhirnya dikelola olehnya. “Awal buka dulu tahun 1960 dan lokasinya memang di sini,” jelasnya.
Saat ini, warung rawon Cak To buka setiap hari mulai pukul 05.30 WIB hingga pukul 15.30 WIB. Suharto menegaskan bahwa ia tetap menggunakan resep turun-temurun dari neneknya dan selalu menjaga kualitas rasa.
“Agar pelanggan tetap bisa menikmati rawon khas tanpa perubahan rasa sedikit pun. Alhamdulillah para pelanggan kami tidak pernah komplain soal rasa,” pungkasnya. [sar/suf]






